Pantauan detikcom di TKI Lounge Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (11/11/2015), ratusan WNI tersebut dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberikan pengarahan dari perwakilan Kemenlu RI, BNP2TKI dan Kementerian Sosial. WNI yang didominasi wanita dan anak-anak ini diberi makan siang sambil menunggu persiapan untuk diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.
Ini penampakan para WNI overstayer di bandara (Rini/detikcom) |
"Para WNI tidak ada yang dijemput ya. Kami akan antar menggunakan bus ke daerah masing-masing. Biaya pemulangan ke daerah bapak-ibu sekalian ditanggung oleh pemerintah," jelas pemandu tersebut.
Para WNI bersiap pulang ke kampung halaman (Rini/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu M Iqbal mengatakan, 80 persen dari WNI overstayer ini menggunakan visa umroh untuk menetap. "Kebanyakan mereka menetap di daerah Jeddah, Mina dan Mekkah," ujarnya saat diwawancarai di lokasi.
Barang-barang bawaan para WNI overstayer (Rini/detikcom) |
Kloter pertama tiba di Indonesia menggunakan maskapai Air Asia Extra XT 2994. Tak lama kemudian, kloter kedua yang menggunakan maskapai Emirates EK 356 ikut menyusul rombongan.
Setelah dipulangkan, ratusan WNI ini akan diberikan program pemberdayaan melalui BNP2TKI dan Kementerian Sosial maupun Pemda setempat. Pemulangan WNI ini menggunakan berbagai skema pembiayaan, baik pembiayaan mandiri, pembiayaan oleh negara tujuan, maupun pembiayaan oleh Pemerintah Indonesia, khususnya bagi kelompok rentan. (rni/hri)












































Ini penampakan para WNI overstayer di bandara (Rini/detikcom)
Para WNI bersiap pulang ke kampung halaman (Rini/detikcom)
Barang-barang bawaan para WNI overstayer (Rini/detikcom)