Pulang Kampung Dibiayai Pemerintah, Ratusan WNI Overstayer Bersorak Girang

Pulang Kampung Dibiayai Pemerintah, Ratusan WNI Overstayer Bersorak Girang

Rini Friastuti - detikNews
Rabu, 11 Nov 2015 16:53 WIB
Pulang Kampung Dibiayai Pemerintah, Ratusan WNI Overstayer Bersorak Girang
Foto: Rini Friastuti/detikcom
Jakarta - Sebanyak 354 orang WNI Overstayer dan TKI Undocumented dipulangkan dari Jeddah, Arab Saudi ke Indonesia hari ini. Saat mendapat kabar bahwa pemulangan mereka ke kampung halaman dibiayai pemerintah, para WNI ini bertepuk tangan riuh.

Pantauan detikcom di TKI Lounge Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (11/11/2015), ratusan WNI tersebut dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberikan pengarahan dari perwakilan Kemenlu RI, BNP2TKI dan Kementerian Sosial. WNI yang didominasi wanita dan anak-anak ini diberi makan siang sambil menunggu persiapan untuk diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.
Ini penampakan para WNI overstayer di bandara (Rini/detikcom)
Usai menyantap makan siang, pemandu WNI per daerah kemudian mengumumkan lewat pengeras suara agar para WNI ini berkumpul berdasarkan wilayah asal untuk persiapan kepulangan.

"Para WNI tidak ada yang dijemput ya. Kami akan antar menggunakan bus ke daerah masing-masing. Biaya pemulangan ke daerah bapak-ibu sekalian ditanggung oleh pemerintah," jelas pemandu tersebut.
Para WNI bersiap pulang ke kampung halaman (Rini/detikcom)
Mendengar hal tersebut, para WNI ini sontak bertepuk tangan. Beberapa di antaranya mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya karena telah dipulangkan bahkan difasilitasi untuk memulai hidup baru di kampung halaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, bersyukur, sudah dipulangkan dari Arab dan sekarang difasilitasi untuk pulang ke kampung," jelas seorang WNI asal Surabaya.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu M Iqbal mengatakan, 80 persen dari WNI overstayer ini menggunakan visa umroh untuk menetap. "Kebanyakan mereka menetap di daerah Jeddah, Mina dan Mekkah," ujarnya saat diwawancarai di lokasi.
Barang-barang bawaan para WNI overstayer (Rini/detikcom)
Menurut Iqbal, ada beberapa alasan yang menyebabkan mereka memilih untuk menetap lama di Arab Saudi. "Ada yang awalnya karena ibadah, lalu mendapatkan tawaran pekerjaan, ada yang karena sudah bersuami atau berkeluarga dengan warga sana," jelas dia.

Kloter pertama tiba di Indonesia menggunakan maskapai Air Asia Extra XT 2994. Tak lama kemudian, kloter kedua yang menggunakan maskapai Emirates EK 356 ikut menyusul rombongan.

Setelah dipulangkan, ratusan WNI ini akan diberikan program pemberdayaan melalui BNP2TKI dan Kementerian Sosial maupun Pemda setempat. Pemulangan WNI ini menggunakan berbagai skema pembiayaan, baik pembiayaan mandiri, pembiayaan oleh negara tujuan, maupun pembiayaan oleh Pemerintah Indonesia, khususnya bagi kelompok rentan. (rni/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads