"Bisa dilihat sebanyak 29,8 persen memilih tegas dan berani. Kita lihat publik kini tidak melihat yang merakyat lagi karena ada di posisi 8,3 persen," kata Managing Director Cyrus Network Research and Consulting Eko Dafid Afianto dalam rilis survei di Restoran Horapa, Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).
Secara berurutan dipaparkan mengenai alasan utama memilih bakal calon Gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Bersih, jujur berintegritas sebanyak 17,3 persen
3. Berprestasi, berhasil mengurus daerah sebanyak 14,1 persen
4. Bijaksana dan berwibawa sebanyak 10 persen
5. Merakyat sebanyak 8,3 persen
6. Lainnya sebanyak 13 persen
7. Tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 7,5 persen
Eko mengatakan survei ini dilaksanakan dalam rentang waktu dari 27 Oktober 2015 hingga 1 November 2015. Survei dilaksanakan dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta kecuali Kepulauan Seribu, serta dilakukan dengan teknik multistage random sampling.
"Peluang kesalahan survei ini sekitar 3,1 persen," ucap Eko.
Eko memaparkan apabila diuji dalam simulasi 23 nama yang diajukan sebagai calon Gubernur DKI, nama Adhyaksa Dault mendapatkan angka 6,7 persen di posisi keempat. Posisi pertama masih dipimpin Ahok dengan angka 40,7 persen diikuti Ridwan Kamil 15,9 persen lalu Tri Rismaharini 9,1 persen.
Sejumlah nama yang ditunjukkan oleh Eko seperti Nachrowi Ramli, Biem Benyamin, Abraham Lunggana, Susi Pudjiastuti hingga Sandiaga Uno. Nama-nama itu sebelumnya memang sudah masuk dalam survei yang dilakukan oleh Cyrus Network.
(dha/van)











































