Novanto Yakin Tak Ada Politisi yang Catut Nama Presiden untuk Minta Jatah ke Freeport

Novanto Yakin Tak Ada Politisi yang Catut Nama Presiden untuk Minta Jatah ke Freeport

Indah Mutiara Kami - detikNews
Rabu, 11 Nov 2015 15:59 WIB
Novanto Yakin Tak Ada Politisi yang Catut Nama Presiden untuk Minta Jatah ke Freeport
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla marah saat mendengar kabar namanya dan nama Presiden Joko Widodo dicatut politisi terkenal terkait kontrak perpanjangan Freeport. Ketua DPR Setya Novanto yakin kabar pencatutan nama itu tidak benar.

"Itu silakan saja langsung tanya ke Menteri ESDM. Saya rasa tidak ada yang akan melakukan hal itu," kata Novanto di sela-sela kunjungan muhibah DPR di Tokyo, Jepang, Rabu (11/11/2015).

Novanto menyarankan pihak-pihak terkait lebih baik fokus ke polemik yang ada. Ada pendekatan-pendekatan yang harus dilakukan apabila kontrak freeport memang mau diperpanjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebaiknya pikirkan lebih ke depan dan perpanjangan Freeport, ada hal-hal yang harus diadakan pendekatan kewajiban-kewajiban itu. Saya yakin pengusaha bisa selesaikan sepanjang semua kewajiban diselesaikan," ungkap politikus senior Golkar ini.

Jadi, yakinkah Novanto bahwa tidak ada politisi yang mencatut nama Presiden dan Wapres terkait kontrak Freeport?

"Tidak ada," jawabnya.

Sebelumnya, kabar merebak ada politisi terkenal mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres JK terkait kontrak perpanjangan Freeport. Politisi terkenal dan berkuasa itu kabarnya mengaku bisa melobi guna mendapatkan perpanjangan kontrak Freeport hingga 2041.

Wapres Jusuf Kalla yang ditanya wartawan, Rabu (11/11/2015) soal pencatutan namanya murka saat mengetahui. (Baca juga: JK Marah Namanya Dicatut Politisi Terkenal untuk Minta Jatah ke Freeport).

"Oh iya kalau itu yang dikatakan benar bahwa kami, presiden dan saya minta jatah, pasti saya marah. Apa benar? Dan tolong dilaporin ajah yang ngomong gitu (minta jatah)," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rahu (11/11/2015). (imk/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads