"Sebetulnya kemanusiaan. Saya lihat anak sekolah bannya kempis, mau beli ban nggak ada uang. Saya bantu saya kasihan. Mereka mau sekolah gara-gara paku jadi terlambat. Mau kerja gara-gara paku terlambat," cerita Iskandar sambil berkaca-kaca ketika berbincang dengan detikcom di Jalan KH Agus Salim, Bekasi Timur, akhir pekan lalu.
Saat itu, Iskandar baru saja pulang kerja dan menuju ke rumahnya di Tambun Utara. detikcom membuntutinya dari belakang. Sambil jalan mengendarai motor, pria berusia 53 tahun tersebut sesekali berhenti, lalu memunguti paku ranjau jalanan. Kadang, dia juga mengatur lalu lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Elza |
Iskandar menegaskan, kelakuan para tukang tambal yang menebar paku di jalanan sudah sangat mengganggu. Karena itu, dia tergerak untuk memungutinya satu per satu, walau tentu saja berisiko celaka.
"Itu hal kecil tapi sangat ganggu. Saya ngelakuin ini nggak ada pamrih, tulus. Nggak pernah saya bilang-bilang, ke anak istri aja nggak bilang. Tapi mereka pernah lihat tapi saya pura-pura nggak lihat aja," ceritanya.
Sebagai seorang abdi negara, Iskandar juga mengatakan tak pernah menerima uang. Bila ada yang meminta bantuan pengurusan surat, dia memilih untuk tidak terlibat. Baginya, gaji yang diterima selama ini sudah lumayan. Sehingga kini, fokusnya adalah mengabdi.
"Jadi saya mengabdi, apa yang baik untuk masyarakat. Ini bukan wilayah saya, tapi tetap saya peduli untuk masyarakat," tegasnya.
"Apalagi sejak Pak Ahok, penghasilan lumayan banget. Sama Pak Ahok sangat salut saya, saya acungin bukan 1 tapi 2 jempol. Pengorbanan bagus. Gubernur itu seperti itu. Beliau orang bersih, tepat waktu kerjanya, pulang kerja melebihi jam kerja. Saya pernah mau naruh undangan, anak mau nikah. Beliau kasih bunga waktu itu. Pukul 07.30 WIB teng sudah ngabsen, sebelum jam kerja udah datang," paparnya.
![]() |
Selama memunguti paku, Iskandar tak pernah ada kendala. Hanya saja, pernah ada beberapa tukang tambal ban nakal yang mengikutinya. Namun mereka tak berani berbuat apa-apa, mengingat status Iskandar sebagai petugas resmi.
Dalam sehari Iskandar bisa memungut paku sampai berkilo-kilo jumlahnya. Paku-paku itu setiap kali selesai dibersihkan kadang keesokannya muncul lagi. Bahkan kadang jumlahnya semakin banyak. "Ini udah saya bersihin beberapa hari lalu, ada lagi kan. Bingung saya," imbuhnya.
![]() |
Reaksi para pengendara terhadap aksi Iskandar pun sangat positif. Jacobus, salah seorang pengendara yang melintas, mengaku kerap menjadi korban ranjau paku. Berkat Iskandar, kini insiden yang dialaminya semakin berkurang.
"Wah paku ya, Pak. Banyak juga. Terima kasih banyak ya, Pak," ucapnya kepada Iskandar yang menemukan paku di jalan. (ear/mad)












































Foto: Elza
