"Namanya langsung menyodok ke posisi empat dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Tri Rismaharini," kata Managing Director Cyrus Network Research and Consulting, Eko Dafid Afianto dalam rilis survei di Horapa, Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).
Nama Adhyaksa itu mendapatkan angka 6,7 persen di urutan keempat. Kemudian di urutan ketiga ada Tri Rismaharini dengan angka 9,1 persen lalu Ridwan Kamil dengan angka 15,9 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menyebut ada beberapa dugaan yang menyebabkan Adhyaksa mampu mencuri perhatian publik Jakarta. Alasan pertama yang disebut Eko yaitu lantaran Adhyaksa pernah menduduki posisi pejabat publik di tingkat nasional.
Β
Β "Kedua, karena memiliki jejaring pendukung yang cukup solid di kalangan warga Ulama Betawi, dan yang ketiga karena berada dan beraktifitas di Jakarta sehingga lebih mudah untuk berinteraksi dengan publik Jakarta," jelas Eko.
Menurut peneliti LIPI Syamsuddin Haris, kehadiran Adhyaksa Dault memang cukup mengejutkan meskipun baru saja mendeklarasikan sebagai bakal calon Gubernur DKI. Namun Haris menyebut Adhyaksa masih kalah apabila harus bersaing dengan Ahok secara head to head.
"Ini sesuatu yang cukup mengejutkan karena kemunculan dalam bakal calon Gubernur DKI belum lama. Walaupun melejit dengan cepat namun agak sulit dia menyaingi Ahok kalau berhadapan satu lawan satu, head to head. Justru yang memiliki potensi berhadapan langsung itu Ridwan Kamil atau Bu Risma. Walaupun Adhyaksa memiliki pendukung tapi populasinya masih kecil. Saya menduga pendukung Adhyaksa itu pemilih tradisional dengan sentimen agama dan kultural. Sementara pemilih yang sudah bertransformasi itu direbutkan Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini," papar Haris di tempat yang sama.
(dha/van)










































