"Perlu disosialisasikan yaitu bahwa mulai setahun lalu Presiden Jokowi sudah mencanangkan revolusi mental. Sehingga bapak-bapak ibu-ibu calon dubes supaya bisa menanamkan gotong royong di negara tempat anda bertugas," kata Puan di Gedung Utama Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).
Salah satu hal yang ditekankan bagi para calon dubes adalah bagaimana membuat kantor perwakilan pemerintah RI menjadi rumah bagi WNI di luar negeri. Puan menyebut ada banyak kantor KBRI yang kurang aktif mengayomi WNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai WNI bermasalah juga menjadi fokus dari revolusi mental. Jangan sampai para WNI bermasalah mengulangi perbuatannya.
KBRI harus aktif memulangkan WNI bermasalah dan mencegah mereka kembali lagi. Kemudian pemerintah akan membuat WNI bermasalah yang biasanya TKI ilegal, menjadi legal.
"Mengenai pendidikan revolusi mental memang masih kita susun tahapannya dari SD sampai seterusnya. Sebetulnya hal-hal kecil terkait revolusi mental juga sudah ditekankan di pendidikan sekolah, misalnya bagaimana agar tak buang sampah sembarangan, harus tertib, antre dan lain sebagainya," papar Puan.
Para dubes juga diminta mendorong agar negara sahabat bisa meningkatkan investasi. Menurut dia hal ini juga menjadi bagian dari revolusi mental. (bag/hri)











































