Pesona Tarian Gusti Nurul yang Memikat Ratu Belanda

ADVERTISEMENT

Kembang Mangkunegaran Berpulang

Pesona Tarian Gusti Nurul yang Memikat Ratu Belanda

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 11 Nov 2015 11:56 WIB
Foto: Reno Hastukrisnapati
Jakarta - Gusti Nurul yang bernama asli Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemo Wardhani tak hanya dikenal karena memiliki wajah cantik nan ayu. Perempuan kelahiran 17 September 1921 yang dikenal sebagai 'Si Kembang Mangkunegaran' itu juga piawai menari.

Karena kemahirannya dalam menari, sang ayah Mangkunegara VII pernah mengajak Gusti Nurul ke Belanda. Mangkunegara VII ingin Gusti Nurul menari di hadapan Ratu Wilhelmina dan anggota kabinet di Amsterdam, Belanda.

Tarian itu akan dipersembahkan sebagai kado pernikahan anak Ratu Wilhelmina yakni Putri Juliana dengan Pangeran Bernhard. Mangkunegara VII bersama permaisuri GKR Timur serta Gusti Nurul dan rombongan berangkat dari Solo pada Agustus 1936.


Gusti Nurul berfoto bersama Kapten Kapal Marnik usai latihan. (Foto repro-Reno)



Rombongan berangkat menggunakan kapal Marnix. Di atas kapal selama perjalanan Gusti Nurul menyempatkan diri berlatih. Tiba di Den Haag pada 1 Desember 1936, Mangkunegara VII mengusulkan agar tarian Sari Manunggal yang akan dibawakan Gusti Nurul masuk dalam susunan acara inti pernikahan Putri Juliana dengan Pangeran Benhard.

Panitia pernikahan sempat keberatan dengan usul tersebut, alasannya karena waktu yang mepet dan rumitnya persiapan. Namun panitia kemudian menerima setelah diyakinkan oleh Mangkunegara VII.

Pada hari H yakni 6 Januari 1937 di Istana Noordeinde, disaksikan para petinggi negara Belanda, raja dan ratu dari berbagai negara, serta kedua mempelai, Gusti Nurul membawakan tarian Sari Manunggal diiringi lantunan gamelan Kiai Kanyut Mesem yang dimainkan di Pura Mangkunegaran, Solo.

Gamelan tak ikut diboyong ke Belanda, melainkan dipancarkan secara langsung melalui stasiun radio Solosche Radio Vereeniging (SRV) ke Negeri Belanda. Kualitas gelombang saat itu sempat mengganggu suara gamelan dari radio SRV. Beruntung GKR Timur yang duduk dekat arena pentas turut memandu tarian Gusti Nurul dengan aba-aba.

Gusti Nurul pun sukses menari di hadapan kedua mempelai, Ratu Wilhelmina serta pejabat dan tamu kerajaan Belanda.
Lenggak-lenggok Gusti Nurul, 'Si Kembang Mangkunegaran' rupanya berhasil memikat pejabat dan masyarakat di Negeri Kincir Angin itu.

Bahkan usai Gusti Nurul menari, Ratu Wilhelmina sempat menghampiri Mangkunegara VII dan GKR Timur. "Saya belum pernah melihat tarian begitu indah," kata Ratu kepada Mangkunegara VII seperti dituturkan Gusti Nurul dalam buku, 'Gusti Noeroel Mengejar Kebahagiaan' yang dikutip detikcom, Rabu (11/10/2015).  

Surat kabar di Belanda ramai memberitakan tarian yang dibawakan Gusti Nurul sebagai kado dari Mangkunegara VII atas pernikahan Putri Juliana dengan Pengeran Bernhard. Sejumlah tamu pun disebut tertarik belajar kebudayaan Timur setelah melihat tarian Gusti Nurul.

Gusti Nurul bahkan masih ingat, sebuah surat kabar Nieuwe Roterdamsche Courant memberikan sebuah komentar yang memuji penampilannya.

"Bagaimana mungkin bisa terjadi bahwa orang-orang Timur ini, yang berabad-abad lamanya telah kehilangan apa-apa, yang bagi kami lebih penting menjadi beradab, bisa mencapai kebudayaan yang begitu tinggi," kata Gusti Nurul mengutip surat kabar tersebut.

Pada Selasa kemarin, Gusti Nurul mangkat dalam usia 94 tahun. Selain cantik dan pintar menari, dia juga dikenal teguh pendirian dan antipoligami.


(erd/nrl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT