Makna 'Jembatan' di Balik Kunjungan DPR ke Jepang

Laporan dari Tokyo

Makna 'Jembatan' di Balik Kunjungan DPR ke Jepang

Indah Mutiara Kami - detikNews
Rabu, 11 Nov 2015 08:03 WIB
Makna Jembatan di Balik Kunjungan DPR ke Jepang
Foto: Lamhot Aritonang
Tokyo - 11 Anggota DPR melakukan kunjungan muhibah ke Jepang dengan agenda pertemuan berbagai pihak. Ternyata, ada niat baik untuk menjadi jembatan lewat kunjungan ini.

Ketua DPR Setya Novanto mengungkapkan bahwa bahwa kunjungan ini sudah direncanakan sejak lama. Undangan datang ketika Novanto bertemu dengan Speaker of the House Representatives Japan, Oshima Tadamori ketika sidang International Parliamentary Union (IPU).

"Beliau menyampaikan keinginannya untuk mengundang ketua parlemen di sini. Kami memenuhi karena di sini kita bisa melihat langsung hubungan bilateral kedua negara," kata Novanto kepada wartawan usai santap malam bersama KBRI Tokyo di Restoran Kisoji, Tokyo, Selasa (10/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Golkar ini menuturkan bahwa parlemen Indonesia dan Jepang memiliki pola kemitraan di bidang pendidikan dan sumber daya manusia. Kunjungan muhibah ini diharapkan bisa meningkatkan hal tersebut.

"Pertemuan ini memberi gambaran sangat positif terkait kerjasama bilateral pemerintah Indonesia dan Jepang," ujarnya.

Hubungan antara Jepang dan Indonesia memang sempat menjadi sorotan setelah Jepang kalah tender dari China di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Novanto mengatakan bahwa hal itu juga disinggung dalam pertemuan dengan parlemen Jepang.

Pria yang berlatar belakang pengusaha ini meyakini Jepang masih punya banyak peluang investasi di Indonesia. Pemberian kepastian antara hubungan Indonesia-Jepang itu juga akan disampaikan saat Novanto bertemu dengan Kaisar Jepang Akihito hari ini.

"Saat bertemu kaisar, saya selaku pimpinan DPR akan menyampaikan bahwa kita ingin menjembatani, memfasilitas pemerintah agar hubungan kita jadi makin baik," tutur Novanto.

Kunjungan muhibah DPR RI ke Jepang berlangsung pada 9-13 November 2015. Ada 11 anggota DPR yang ikut yaitu Setya Novanto (Ketua DPR-Golkar), Fadli Zon (Wakil Ketua DPR - Gerindra), Roem Kono (Ketua BURT- Golkar), Robert Joppy Kardinal (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Fary Djemi Francis (Gerindra), Aryo Djojohadikusumo (Gerindra), Helmy Faishal Zaini (PKB), Epyardi Asda (PPP), Melani Leimena Suharli (Demokrat), dan Nurdin Tampubolon (Hanura). (imk/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads