Irman mendukung penuh modernisasi Pelabuhan Cirebon ini. Sebab, bila Tanjung Priuk mengalami antrean panjang dan Semarang mengalami rob, maka Cirebon bisa digunakan untuk bongkar muatan peti kemas.
Akan tetapi, masih terhambat perizinan. Sebab, menurut General Manajer PT Pelindo Cirebon Pudadi awalnya pelabuhan ini akan dijadikan pelabuhan Rencana Induk Pelabuhan (RIP), tapi karena kedalaman tepi lautnya dangkal sehingga diubah menjadi Rencana Induk Terminal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari laporan, sisi rencananya sudah selesai. AMDAL pun dalam proses. Jadi menurut saya tinggal dikejar. Kita harapkan, kita kawal dan DPD mengawal itu," tutur Irman dalam kunjungan kerjanya di Cirebon, Selasa (10/11/2015). Hadir anggota DPD Aceng Fikri, KSOP Kelas II Cirebon Akhriadi, dan GM PT Pelindo Cirebon Pudadi.
Dukungan atas pembangunan pelabuhan ini karena Indonesia sebagai poros maritim. Oleh karena itu, Irman menhimbau agar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk mempercepat perizinan pembangunan ini.
"Saya mendengar banyak sekali investor-investor yang ingin membangun di sini. Jadi apa yang salah. Jadi ini menurut saya harus segera. Nanti Pak Jonan saya kasih tahu tidak ada alasan untuk menunda. Apalagi kita poros maritim. Jadi saya mendukung penuh upaya upaya modernisasi," kata Irman.
Bila pelabuhan ini dimulai, maka akan bisa memberikan kontribusi nasional pada pembangunan nasional. Anggaran senilai Rp 4 triliun disebut telah siap untuk proyek ini. Apabila investor asing ingin bergabung, harus memperhatikan infrastruktur dan membuka lapangan kerja. Sementara proses perizinan masih menjadi salah satu kendala.
"Dari laporan Pak GM (Pudadi) dari sisi rencana sudah siap AMDAL itu. Perhubungan cepat lakukan, ini perintah dari Ketua DPD. Jalan terus, jangan pikirkan pansus-pansus itu iya kan kalau orang kerja kan kerja aja. Jadi maksud saya nanti kalau ada apa-apa yang penting kita transparan, jangan dikorupsi kompatibel jadi kita," ujar Irman.
"Biar dicek siapa yang melambat-lambatkan ini. Cek dulu. Cek! Kedatangan saya ke sini untuk mendukung pembangunan Cirebon ini dilakukan secepat mungkin. Jadi nggak ada alasan supaya alur segala macam jangan menjadi dipersulit," tegasnya. (miq/miq)










































