"Kabar yang kami terima dari pihak kepolisian memang begitu (kecelakaan tunggal), namun ada sejumlah barang Delea yang hilang dan kenapa dia berada di daerah Cianjur? sampai sekarang saya sendiri masih belum paham," tutur Ibunda Delea, Kania Aprianti (43) di rumah duka kampung Pangadegan, RT 24 RW 10 Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/11/2015).
Keheranan Kania bertambah karena kepolisian memberi kabar soal kecelakaan putrinya kepada keluarga beberapa hari setelah kejadian. Padahal saat itu polisi sambung Kania menyebut Delea membawa kartu identitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga, sambung Kania berharap pihak kepolisian bisa membuka kejadian yang sebenarnya terkait kecelakaan Delea.
"Kita akan ikuti terus perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian, termasuk sejumlah kejanggalan yang saya sebut tadi. Tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pas saya jemput ke RSUD Cianjur juga nggak sempat bertanya banyak ke polisi karena posisi saya sendiri masih shock," ujar Kania.
Jenazah Delea diantar ke rumah duka menggunakan dua kendaraan, selain mobil jenazah juga satu kendaraan forensik dari Polres Cianjur. (fdn/fdn)











































