Usulkan Kepengurusan Transisi, Muladi: Ical Ketum dan Agung Ketua Harian

Usulkan Kepengurusan Transisi, Muladi: Ical Ketum dan Agung Ketua Harian

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 19:43 WIB
Usulkan Kepengurusan Transisi, Muladi: Ical Ketum dan Agung Ketua Harian
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tokoh senior Golkar, Muladi menerima kunjungan para kader muda partai tersebut. Kunjungan itu terkait keresahan Poros Muda Partai Golkar akan sengketa kepengurusan yang tak kunjung usai antara versi Munas Bali dengan Munas Ancol.

Muladi yang merupakan Ketua Mahkamah Partai Golkar versi Munas Riau tahun 2009 kemudian mengusulkan adanya kepengurusan transisional. Kepengurusan ini mengacu pada Munas Riau.
Muladi dan Poros Muda Partai Golkar (Masaul/detikcom)

"Kepengurusan transisional atau penggabungan kedua belah kubu. Jadi pengurus bisa 1.000 orang. Sebagai Ketum yaitu Ical (Aburizal Bakrie) mengacu ke Riau, Agung sebagai Waketum atau Ketua Harian. Kalau Sekjen bisa dari kader kita yang banyak," tutur Muladi di Restoran Merah Delima, Jl Adityawarman No 47, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2015).

Muladi juga mendesak Menkum HAM untuk segera menindaklanjuti keputusan MA. Meski demikian Muladi memandang putusan MA terlalu banyak celah untuk ditafsirkan sesuai kepentingan masing-masing pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keluarga pengurus Partai Golkar menaruh harapan sangat besar pada MA yang dapat menyelesaikan konflik di dalam Golkar yang telah berlangsung lama. Harapan keputusan MA menjadi penyelesaian konflik atau conflict solution. Harapan kita buyar karena keputusan MA menimbulkan multi tafsir bagi yang bersengketa untuk kepentingan masing-masing dalam menafsirkan," ungkap Muladi.

Saat ini adalah momen yang tepat untuk bersatu karena Partai Golkar menghadapi kontestasi politik yang sama yakni Pilkada serentak. Jika tak kunjung bersatu, bukan tidak mungkin Golkar tak mendapat apa-apa.

"Elite dan kader Golkar jangan berpikir pendek tapi berpikir sistemik dalam menghadapi kompetisi politik yang sangat ketat ke depan, apalagi menghadapi Pileg dan Pilpres. Kita menghadapi gawe yang sangat besar di masa depan," kata Muladi. (bag/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads