"Saya mengalami tiga periode di DPR, dari (Presiden) Bu Megawati, SBY, Gus Dur, Habibie, saya nggak pernah mendengar kita membutuhkan biaya itu. Kenapa baru sekarang (muncul dorongan itu) ?" kata Sidarto di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2015).
Meski begitu, Sidarto tak secara eksplisit menyatakan anggaran untuk lobi tidak perlu diakomodasi APBN. Hanya saja, Indonesia tak pernah menggunakan jasa pelobi secara khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengakui, memang jasa pelobi di Amerika bukanlah barang baru lagi. Namun kunjungan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu itu bukanlah menggunakan jasa pelobi eksternal.
"Kalau di Amerika memang betul, lobi di Amerika itu terutama kalau dari Yahudi tuh ya pelobi mereka di sana," ujarnya.
(dnu/miq)











































