Desa pertama yang disambangi Menteri Basuki, Selasa (10/11/2015) adalah Desa Padang Panjang, Kecamatan Alor Timur. Begitu sampai, rombongan menteri langsung disambut kerumunan masyarakat yang harus mengungsi akibat gempa.
![]() |
"Apa saja yang rusak disini?" tanya menteri.
"Rumah penduduk," jawab beberapa orang warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Tidak ada. Hanya rumah yang hancur," kata masyarakat.
"Saat ini saya bersama rombongan datang kesini, jadi kita bisa bantu-bantu. Saya berpesan supaya kita harus kuat, jangan sampai merasa susah," pesan menteri Basuki.
"Percaya bahwa kami pemerintah pasti akan bantu. Saat ini kami mau memantau dulu seluruhnya, nanti akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu," sambung menteri Basuki.
Hal yang sama juga disampaikan menteri Basuki saat menyambangi Desa Panglapui Timur, yang juga mengalami dampak cukup parah akibat gempa. Rumah penduduk yang kebanyakan dibuat menggunakan kayu, rata oleh tanah akibat gempa bumi tersebut.
"Saya dapat laporan dari BNPB dua hari yang lalu. Kami melihat di lapangan, melihat program perbaikan rumah-rumah dan lainnya. Kami hanya membantu ibu bapak sekalian. Kami akan ikut membantu," kata menteri kepada masyarakat.
Menteri Basuki berjanji, usai memantau dirinya akan membawa laporan kerusakan untuk dipelajari, sehingga perbaikan infrastruktur berupa rumah tinggal, sekolah dan tempat ibadah dapat segera diperbaiki.
"Pasca gempa, untuk rehabilitasinya mudah-mudahan mulai Januari 2016 akan kita lakukan perbaikan. Kami akan upayakan untuk membantu dalam hal kedaruratan agar masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," jelasnya.
Saat ini masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan tinggal di tenda penampungan darurat dari Kementerian Sosial. Sejumlah bantuan pun telah dikirimkan ke seluruh desa yang terkena dampak gempa. (rni/dra)












































