Ditemui di rumah duka Kampung Pangadegan, RT 24 RW 10 Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/11/2015), ibunda Delea, Kania, menyebut baru dua minggu yang lalu putrinya itu ia belikan motor.
"Dia sangat sibuk, kadang ngajar les renang terus ngampus. Makanya saya inisiatif membelikan dia motor, ayahnya melarang namun karena kasihan daripada dia capek, saya tetap belikan motor," ujar Kania kepada detikcom, Senin (10/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kronologi Perjalanan 'Kejutan' Maut Delea dari Kolam Renang Sampai Cianjur
Menurut Kania, Delea sebenarnya sudah bisa menggunakan motor namun keahliannya itu lama tak digunakan karena lama tak pegang motor. "Dia sebelumnya bisa pakai motor, namun sejak kuliah di Jakarta dia jarang pakai jadi mungkin kaku lagi," lanjutnya.
Saat menerima kabar, Kania tengah berada di Jakarta dalam rangka pencarian putri sulungnya itu. Malam tadi atau sekira pukul 00.00 WIB, Kania menerima kabar putrinya terlibat kecelakaan dan meninggal di daerah Cianjur.
"Kaget nerima kabar begitu, melalui aplikasi chat saya dikirimi screen shoot pemberitaan yang mengabarkan putri saya kecelakaan di daerah Cianjur. Saat itu juga saya langsung berangkat ke Cianjur," tandasnya. (try/try)











































