"Sebelumnya saya ingin bertanya pada anak-anak sekalian, kenal nggak sama Aceng Fikri?" tanya Aceng di Pondok Pesantren Assalafie, Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (10/11/2015).
Santri menjawab, "Nggaaaak!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aceng curhat di hadapan para santri saat menemani Ketua DPD RI Irman Gusman dalam rangka Hari Santri Nasional dan Hari Pahlawan. Menurutnya atas pemberitaan di media selama beberapa bulan justru membuat namanya dikenal masyarakat sehingga hal itu membuatnya terpilih sebagai wakil rakyat dari Jawa Barat.
"Saya ingin menyampaikan kepada anak-anak jangan malu, kecil hati, rendah diri, kalau mau bangkit dan maju dari kegagalan. Contohnya Aceng Fikri, jadi ketua partai tidak di-SK-kan. Pernah jadi bupati, di tengah jalan diturunkan. Setelah itu dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak, Mabes Polri, Polres Garut, yang seolah-olah Aceng Fikri adalah penjahat. Saya ingat kisah Allah SWT memberi perintah pada Nabi Yusuf, apabila kamu kuat dan pasrah menerima kezaliman dari saudara-saudaramu, kamu akan jadi pemimpin yang besar," pesan Aceng.
Menurut Aceng pengalaman hidupnya itu bisa dijadikan pelajaran hidup bagi masyarakat agar bisa bangkit bangkit dari keterpurukan.
"Oh ya jelas jadi biar para santri punya confidence-lah ya sekalipun kita jatuh, harus disupport agar kita bisa survive. Kuncinya itu, man jadda wajada, if you think you can, you can do it," tutup Aceng kepada wartawan, usai acara. (van/nrl)











































