Ketua DPD: Banyak Ulama yang Juga Menjadi Pahlawan Nasional

Ketua DPD: Banyak Ulama yang Juga Menjadi Pahlawan Nasional

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 13:56 WIB
Ketua DPD: Banyak Ulama yang Juga Menjadi Pahlawan Nasional
Foto: Yulida Medistiara
Cirebon - Ketua DPD RI Irman Gusman berkunjung ke Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon dalam rangka Hari Santri Nasional sekaligus Hari Pahlawan. Dalam kunjungan tersebut Irman didampingi anggota DPD asal Garut yakni Aceng Fikri.

Rombongan Irman sampai di Ponpes disambut beberapa santri dan kiyai menggunakan rebana. Di depan para santri, Irman Gusman dan Aceng Fikri menyemangati para santri untuk terus berjuang agar sukses.
Irman Gusman disambut warga pesantren (Yulida Medistiara/detikcom)

"Saya sebagai ketua membangun komunikasi dengan masyarakat. Sekarang kami di pesantren ingin memberi semangat bagi santri mendapat kehormatan dari negara di mana memeperingati hari santri ini dan tentu berkaitan dengan hari pahlawan nasional," ujar Ketua DPD Irman Gusman di Pondok Pesantren Assalafie, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (10/11/2015).

Menurutnya pengorbanan para ulama telah menjadikan Indonesia seperti sekarang. Untuk membalasnya bisa dengan cara memberikan perhatian penuh bagi para pesantren dan tidak membedakan pendidikan pesantren maupun umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam momentum Hari Santri Nasional ini kita mendorong semangat ke-Indonesia-an, di mana banyak pahlawan yang berasal dari ulama ada Imam Bonjol, Hasyim Asy'ari, Buya Hamka sehingga menurut saya pesantren-pesantren kita yang memberikan banyak manfaat harus kita benahi sehingga menjadi kekuatan nasional," kata Irman yang memakai batik merah motif mega mendung.

Ia menambahkan, pesantren Indonesia adalah bagian integral dari memajukan bangsa. Dalam pertemuan ini DPD memberikan perhatiannya terkait modernisasi pesantren supaya pesantren bisa memberikan kontribusi lebih jauh.
Irman menyebut banyak ulama yang jadi pahlawan nasional

Di tengah acara, Irman dan Aceng kemudian menjanjikan bantuan berupa lima laptop untuk pondok pesantren. Hal itu menurutnya sebagai simbol dari silaturahmi sekaligus pemberian alat pengetahuan agar para santri bisa memiliki wawasan luas.

"Dengan bantuan komputer bisa terkoneksi dengan internet dan dapat mendapat pengetahuan lebih luas," kata Irman.

Mengapa pesantren perlu dibenahi? Menurut Irman pesantren di Indonesia juga untuk memperkuat ke-Indonesia-an dan toleransi. NU dan Muhamamdiyah menciptakan kesejukan dan kedamaian.

"Banyak orang belajar bagaimana pesantren Indonesia bisa mendidik masyarakat Indonesia yang penuh damai dan toleransi. Itu kontribusi luar biasa yang harus diapresiasi. Kekuatan santri jadi kekuatan umat, tingkatkan skill, dan keterampilan. Santri harus punya mimpi dan visi supaya bisa sukses," tutup Irman.


(bag/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads