Lebih Dekat Tentang Owa Jawa Hewan Langka yang Diselundupkan Wanita Kuwait

Lebih Dekat Tentang Owa Jawa Hewan Langka yang Diselundupkan Wanita Kuwait

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 12:29 WIB
Lebih Dekat Tentang Owa Jawa Hewan Langka yang Diselundupkan Wanita Kuwait
Foto: Istimewa
Jakarta - Owa Jawa, hewan langka asli Indonesia ini hendak dibawa perempuan Kuwait ke negerinya. Perempuan bernama Tamila F Basmanova itu mengikat Owa Jawa ke betisnya. Beruntung petugas di Bandara Soekarno-Hatta sigap dan membekuk perempuan itu.

Tamila kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasubdit 1 Dit Tipiter Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Sandy Nugroho, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (10/11/2015), Tamara sudah menjadi tersangka.

Dia dijerat pasal berlapis UU RI No 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Jumlah populasi Owa Jawa hanya tingga 96 ekor dan telah masuk dalam daftar UICN. Pemerintah Indonesia sendiri telah menyatakan pelindungan fauna itu berdasarkan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 Nomor 266, SK Menter Kehutanan No 54/KPT/UM/1972 dan Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1990.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menelisik lebih jauh tentang Owa Jawa, yang nama latinnya Hylobates Moloch merupakan hewan endemik Pulau Jawa. Owa Jawa ini adalah kera kecil tanpa ekor dengan rambut berwarna abu-abu dan memiliki nyanyian yang indah.

Owa Jawa berukuran kecil dengan panjang tubuh hanya sekitar 80 cm. Tubuh Owa Jawa ditutupi dengan bulu yang berwarna abu-abu keperakan sedangkan pada bagian muka berkulit hitam pekat. Owa jawa tidak mempunyai ekor.

Owa Jawa hampir sepanjang hidupnya primata ini tidak pernah turun dari atas pohon. Makanan Owa Jawa meliputi buah-buahan, dedaunan, dan terkadang makan serangga sebagai tambahan protein.

Owa Jawa hidup di tiga taman nasional, yaitu TN Ujung Kulon, TN Gunung Gede Pangrango, dan TN Gunung Halimun. Selain itu, beberapa Owa Jawa dapat dijumpai di beberapa cagar alam seperti Cagar Alam Simpang, Papandayan, Talaga Warna, Tilu, Kendeng, dan Slamet. (edo/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads