DPW PPP DIY Kecam Pemecatan 6 Pengurus DPP
Rabu, 02 Mar 2005 22:49 WIB
Yogyakarta - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengecam pemecatan yang dilakukan ketua umum terhadap 6 pengurus DPP yang menghadiri acara silaturahmi nasional (silatnas). Pemecatan tersebut dinilai sepihak dan dikhawatirkan akan menjatuhkan citra partai di masyarakat."Pemecatan itu menunjukkan sikap arogan DPP dan juga menunjukkan bahwa DPP semakin tidak aspiratif terhadap anggotanya," kata Ketua DPW PPP DIY, Umar Sanusi, di Yogyakarta, Rabu (2/3/2005).Umar mengatakan, keputusan ketua umum memecat enam orang pengurus itu dinilai sangat tidak mempunyai alasan kuat. Sebab dalam acara Silatnas lalu, kader-kader PPP justru memberi masukan agar PPP semakin berkembang di masa depan terutama menghadapi pemilu 2099 nanti."Ini jelas sikap DPP arogan sekali. Seharusnya DPP mengundang kami atau pengurus yang dikenai sanski itu untuk memberikan klarifikasi. Kalau main pecat seperti ini saya yakin PPP pasti habis dengan sendirinya," ujarnya.Umar mengaku, mendapat kabar tidak hanya 6 pengurus DPP yang akan dipecat tapi juga 4 ketua DPW juga aka dipecat. Namun, dirinya sebagai ketua DPW yang mendukung acara itu, dia tidak mengetahui apakah termasuk 4 ketua DPW yang juga bakal dipecat DPP. "Keputusan memberi sanksi atau memecat itu adalah bentuk kepanikan pengurus DPP," tegas dia.Umar menambahkan, mengenai hasil silatnas yang merekomendasikan agar muktamar partai dipercepat, DPW PPP DIY tetap konsisten mendukung rekomendasi tersebut. DPW PPP DIY justru mengusulkan agar muktamar dipercepat jauh sebelum ada gagasan Silatnas."Sejak awal sebelum ada gagasan silatnas, kami sudah mengusulkan agar muktamar dipercepat dan jangan sampai ada rekayasa. Aspirasi benar-benar dari bawah bukan hasil rekayasa atau ada persekongkolan para elit," tandas Umar.
(ton/)











































