Penjelasan Ahli Geologi Soal Tanah Ambles di Dekat JPO Polda Metro

Penjelasan Ahli Geologi Soal Tanah Ambles di Dekat JPO Polda Metro

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 05:36 WIB
Penjelasan Ahli Geologi Soal Tanah Ambles di Dekat JPO Polda Metro
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tanah di dekat JPO Halte TransJ Polda Metro Jaya sejak beberapa hari lalu tampak ambles dan membuat lubang besar. Apa yang sebenarnya terjadi sehingga trotoar tersebut bisa ambles?

Menurut pakar Geologi dari ITB, Prof Lambok Hutasoit, salah satu penyebab kenapa tanah bisa ambles karena terjadinya kompresibilitas tanah yang sangat tinggi. Selain penurunan permukaan tanah akibat beban yang terlalu banyak ditopang.

"Kita harus tahu sifat dari tanahnya, kalau yang ambles itu karena geo kompresibilatasnya tinggi, jadi tanah seakan dikompres nggak seperti lapisan batu yang keras, namun jadi agak lembut tanahnya dan tidak stabil," ujar Lambok saat dihubungi detikcom, Senin (9/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lulusan Nortern Illinois University, USA ini menjelaskan, penurunan permukaan tanah merupakan ancaman yang sangat berbahaya terkait munculnya lapisan tanah yang ambles. Apabila dianalogikan lapisan tanah yang ada di Jakarta seperi balon yang akan kempes jika ditusuk jarum.

"Analoginya seperti balon, bila ditusuk sedikit maka anginnya akan keluar. Itulah salah satu penyebab kenapa tanah yang sebetulnya zat padat, namun ketika air tanah yang ada dibawahnya terus diambil maka akan mengurangi volume kepadatan dari tanah di atasnya sehingga ambles," jelas bekas Dekan Fakultas dan Teknologi Kebumian ITB.

"Belum lagi beban bangunan yang ada di atasnya, meski dibangun dengan sistem pancang, namun jika bagian tanah di bawah atau sekitarnya tidak kompak (padat dan keras), tetap saja akan ambles," lanjutnya lagi.

Untuk itu Lambok menyarankan kepada pemerintah khususnya kota Jakarta agar melakukan pengeboran dan menganalisa daya tekan tanah. Agar mampu mendeteksi dini penurunan tanah yang terjadi sehingga tidak menimbulkan bagian atau struktur tanah yang akan ambles.

"Pemerintah Jakarta harus melakukan pengeboran untuk mengambil sample tanah, mengukur kompresibilitasnya sebelum melakukan pembangunan gedung-gedung besar," tutupnya. (adit/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads