Pipa Air Terkena Proyek JLNT, Jalan Raya Pluit Barat Tergenang

Pipa Air Terkena Proyek JLNT, Jalan Raya Pluit Barat Tergenang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 09 Nov 2015 19:48 WIB
Pipa Air Terkena Proyek JLNT, Jalan Raya Pluit Barat Tergenang
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Warga Pluit, Jakarta Utara, mengeluhkan genangan air yang muncul akibat pembangunan jalan layang non tol (JLNT) Pluit. Menurut aparat kelurahan genangan muncul setelah tiang pancang turap (sheet pile) penahan banjir yang dipasang kontraktor mengenai pipa air milik PT Palyja.

Pantauan detikcom, Senin (9/11/2015) sore genangan air membanjiri satu ruas lajur di Jalan Raya Pluit Barat, Jakarta Utara. Ketinggian air bervariasi mulai dari lima sampai sepuluh sentimeter. Namun setelah dilakukan perbaikan oleh teknisi PT Palyja, genangan air mulai berangsur surut secara perlahan.

"Kejadiannya kemarin karena kena gerus mesin bekhoe untuk memasang tiang pancang sheet pile penahan banjir," ujar Sekretaris Kelurahan Pluit Ahmad Rosiwan kepada detikcom di lokasi genangan air.
Pembangunan JLNT / (Dok Forum Warga)

Ahmad menjelaskan, akibat yang ditimbulkan dari pemasangan tiang pancang tersebut pipa saluran air bersih milik PT Palyja retak hingga dua meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pipa yang pecah akan diambil dan diganti dengan yang baru. Petugas PT Palyja melakukan perbaikan dari pukul 12.00 WIB sampai dengan sekarang," lanjutnya.

Ahmad menuturkan, pembangunan JLNT Pluit mengundang pro dan kontra warga.ย  Yang kontra beralasan, proyek itu merusak pemandangan. Sedang yang pro, melihat JLNT banyak manfaatnya.

"Sebelum pembangunan sudah dilakukan sosialiasi ke warga. Mereka yang dukung karena dengan akses jalan yang bertambah otomatis mengurangi volume kendaraan, otomatis hal itu dirasakan masyarakat Green Bay dan Jalan Pluit Utara karena akses tol lebih cepat. Sedang mereka yang tidak setuju karena akan merusak pemandangan," ungkap Ahmad.
Dok Forum Warga Pluit

Sementara itu, Forum Warga Pluit mempertanyakan pembangunan proyek jalan tersebut. "Forum Warga Pluit adalah koalisi warga yang mempertanyakan status proyek pembangunan JLNT yangย  tanpa identitas, siapa yang membangun, berapa anggaran, dan dari mana sumber anggarannya," tulisnya dalam siaran pers. Forum itu menuding bahwa proyek itu hanya untuk kepentingan pengembang perumahan tertentu di Pluit.

Penolakan Forum Warga Pluit juga didasarkan pada lahan yang digunakan untuk membangun JLNT tersebut yang merupakan badan tanggul, yang menyalahi Peraturan Pemerintah.

"Warga Pluit menolak keras pembangunan JLNT tersebut karena dikhawatirkan tanggul jebol. Hari ini tanggul Pluit sudah mulai menunjukkan tanda-tanda jebol dan air menggenangi jalanan dan mengarah pada pemukiman warga," bebernya.
dok Forum Warga Pluit
(edo/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads