Di Lantai dua museum Perjuangan Bogor, ada sejumlah foto lama yang menceritakan kehidupan Margonda. Ada foto lokasi perjuangan Margonda dalam peristiwa Gedoran Depok, lukisan Peristiwa Kalibata, tempat Margonda ditembak tentara musuh, foto makam pertama Margonda, foto makam Margonda setelah menjadi terminal Bogor, foto Gedung AMRI, dan beberapa koran testimoni.
Yang paling menarik adalah foto Margonda di dalam sebuah lemari kaca di tangga lantai tersebut. Margonda yang bertopi dan memakai seragam pejuang, tampak masih gagah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Margonda di museum Perjoangan |
Peninggalan lainnya yang menarik di Museum Perjuangan Bogor adalah sebuah lukisan heroik tentang Peristiwa Kalibata, 16 November 1945. Pada peristiwa inilah Margonda gugur. Orat-oret pada kanvas berukutan kurang lebih 70 cm x 40 cm itu tidak diketahui siapa yang melukisnya. Namun di sana terlihat gambaran semangat para pejuang yang ingin merdeka secara utuh.
![]() |
Sisi menarik lainnya soal jejak peninggalan Margonda adalah foto Gedung Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang lokasinya berdampingan dengan museum. Gedung AMRI merupakan bukti sejarah yang sangat penting bagi sejarah Indonesia, khususnya sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI). AMRI merupakan cikal bakal dari TNI. AMRI dipelopori oleh Margonda dengan mengumpulkan pemuda lokal Bogor dan Depok untuk melawan para penjajah.
"Umur AMRI memang tidak panjang, meski menjadi cikal bakal BKR yang nantinya menjadi TNI, sejarah AMRI kurang diangkat. Bahkan bangunannya diratakan beberapa tahun setelah AMRI tidak ada. Dulu bangunannya di sebelah museum persis, setelah rata kemudian jadi sekolah. Dan seperti yang sekarang bisa dilihat, sekarang sudah seperti hutan. Bangsa kita memang sulit menghargai sejarah." ungkap Mahrup sambil mengerutkan dahinya.
kolase: Andhika Akbaransyah |
Selain foto Margonda, ada juga peninggalan berupa senjata dan baju para pejuang saat mereka bertempur melawan penjajah. Ada juga dokumen-dokumen sejarah yang menceritakan perjuangan para pejuang dalam mengusir penjajah.
![]() |
Dalam dokumentasi di Museum Perjoangan dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sedikitnya ada tiga kliping media yang sempat mengisahkan sosok Margonda. Mereka adalah Arsip Algemeen Secretarie Serie Grote Bundel 1942-1945 No.153, Kedaoelatan Rakjat yang terbit 7 Nopember 1945 dan Kedaoelatan Rakjat yang terbit 18 Nopember 1945.
Koran Kedaulatan Rakyat |
Isi pemberitaan mereka seputar sosok dan perjuangan Margonda yang memiliki peran penting setelah proklamasi kemerdekaan, terutama di Depok yang kala itu masih menyatu dengan Bogor, Jawa Barat.
Berikut testimoni media-media tersebut yang dikutip dalam bahasa aslinya di ejaan lama dan Bahasa Belanda:
Arsip Algemeen Secretarie Serie Grote Bundel 1942-1945 No.153:
Naskah Asli:
"De Eristiscge toestabd to Depok Gatte up 7 October j.i. in met grondige boycot van de ingezetenen, teen zij hun dagelijksche nankoopen van lavenamiddelen wilden doen."
Terjemahan:
"Pada tanggal 7 Oktober, keadaan di Depok mulai memasuki masa kritis, ketika terjadi sebuah pemboikotan terhadap pasar di wilayah Depok yang biasanya menjadi pusat kegiatan jual-beli."
![]() |
Kedaoelatan Rakjat, 7 Nopember 1945
"Tentara Keamanan Rakjat didirikan boekan oentoek mendjadi alat goena merampas hak2 orang lain, tidaklah mendjadi alat oentoek menjalankan angkara mereka, tetapi ia dibentoek oentoek mendjamin keamanan Negara, mendjamin keamanan dan ketentraman Negara. Peristiwa 11 Oktober saja harapkan mendjadi jang terakhir bagi tentara. sebab musuh kita sebenarnja adalah Inggeris yang semakin sewenang-wenang terhadap priboemi." tutur Urip Smoharjo, Pimpinan TKR kepada Pemoeda pimpinan Laskar Rakjat, dikutip dari Kedaulatan Rakjat, 7 Nopember 1945."
![]() |
Kedaoelatan Rakjat 18 Nopember 1945
"Memasoeki bulan Nopember, para pejoeang jang tercerai-berai kembali mendjalin komunikasi dan menyusun kekuatan. Mereka berentjana merebut kembali Depok dari tangan NICA. Mereka menjusun sebuah serangan. Pasukan NICA kelabakan tapi Depok gagal direbut pejuang. Kedua pihak mengalami korban jang banyak. Di antara ratusan pejoeang jang goegoer hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda goegoer 16 Nopember 1945 di Kali Bata, daerah bersungai, Pancoran Mas, Depok."
(slm/mad)












































Margonda di museum Perjoangan
kolase: Andhika Akbaransyah
Koran Kedaulatan Rakyat
