Rencana Djajang Sutiawan (42) mudik ke Comal dengan motor baru berantakan setelah gerombolan pemotor merampoknya di Cirebon pukul 04.00 WIB. Padahal orang tuanya telah mengingatkan agar Wawan, panggilan driver Grabbike itu, agar tidak mudik malam hari dengan naik motor.
"Orang tua Wawan sudah berpesan dan melarang banget pergi ke Comal malam-malam. Sudah dingatkan kalau pakai motor besok aja pagi-pagi biar aman. Ini tumben-tumbenan berangkatnya malam," ujar adik Wawan, Desi (21), saat ditemui detikcom di kediamannya di Jalan Kampung Rawa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (9/11/2015).
Desi menceritakan, Wawan berangkat ke Comal, Pemalang, bersama istrinya yang bernama Wasilah pada pukul 20.00 WIB, Sabtu (7/11) sepulang dari mengojek. Mereka berdua bermaksud menghadiri tahilan orang tua Wasilah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Duka Perampokan (Masaul/detikcom) |
Malang tak dapat ditolak. Sesampai di Cirebon pukul 04.00 WIB, Minggu (8/11) gerombolan begal merampok mereka. Nyawa Wasilah tak tertolong, sedang Wawan dilarikan ke rumah sakit. Tas Wasilah berisi uang dan surat-surat dibawa kabur bandit jalanan.
Desi mengatakan jasad Wasilah telah dimakamkan di kampung halamannya Comal. "Nanti malam di rumah orang tua Bang Wawan akan buat tahilan buat Mpok Wasilah," kata Desi.
Wawan baru setengah tahun bekerja sebagai pengemudi Grabbike. Hingga kini masih dirawat di RS Gunung Jati, Cirebon.
(edo/nrl)












































Rumah Duka Perampokan (Masaul/detikcom)