Ahok Nilai Gus Dur Pantas Jadi Pahlawan Nasional

Ahok Nilai Gus Dur Pantas Jadi Pahlawan Nasional

Mulya Nurbilkis - detikNews
Senin, 09 Nov 2015 17:45 WIB
Ahok Nilai Gus Dur Pantas Jadi Pahlawan Nasional
Foto: Ayunda Savitri
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendukung rencana pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman  Wahid (Gus Dur). Selama ini Gus Dur dikenal karena selalu memperjuangkan keberagamanan.

"Pantaslah Gus Dur diberi penghargaan seperti itu, dia bapak bangsa yang berani bicara Bhineka Tunggal Ika," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Ahok memang salah satu pengagum Gus Dur. Ia bahkan menyebut Gus Dur bak dewa karena saat pasca reformasi dan banyak orang yang anti Tionghoa, Gus Dur adalah presiden yang mengakui keberadaan kaum Tionghoa dan tetap bertahan hingga saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, salah satu orang yang mendukungnya maju di Pilgub Bangka Belitung yakni Gus Dur. Hal inilah yang membuatnya semakin menghargai sosok Gus Dur.

"(Beliau) Yang berani bilang Ahok jadi gubernur, hehe," canda Ahok.

Gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur ini sudah disetujui Presiden Joko Widodo. Tinggal menunggu waktu penganugerahannya saja.

"Gelar pahlawan Gus Dur belum dianugerahkan tahun ini. Menurut catatan Dewan Gelar, diendapkan menunggu saat yang tepat," kata Mensos Khofifah Indar Parawansa hari Minggu (8/11) kemarin.

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kemungkinan gelar itu akan disematkan tahun depan. "Mungkin tahun depan," ucap Ryamizard.

Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga Negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia. (bil/erd)


Berita Terkait