DetikNews
2015/11/09 15:57:19 WIB

Sains

Adakah Alien di Atas Sana?

Sapto Pradiptyo - detikNews
Halaman 1 dari 3
Adakah Alien di Atas Sana? Foto: Thinkstock/fergregory
Jakarta - Raden Mas Sudiro tentu tidak pernah membayangkan suatu ketika nanti dia akan menggubah komposisi gamelan dan dikirim terbang ke antariksa. Bukan hanya 'sekadar' antariksa, sekarang komposisi gamelan Jawa itu bahkan sedang mengarungi ruang interstellar atau ruang antar bintang. Seandainya benar ada alien di luar sana, karya Sudiro bakal menjadi salah satu komposisi pertama dari bumi yang bakal mereka simak.

Lahir pada 3 Maret 1811, Sudiro merupakan cucu dari penguasa Puro Mangkunegoro di Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro II. Selain menikmati pendidikan Jawa ala bangsawan Mangkunegaran, Raden Sudiro juga mendapatkan pendidikan Belanda dari para guru pribadi yang didatangkan oleh kakeknya.

Setelah KGPAA Mangkunegoro III berpulang pada 1853, Raden Mas Sudiro diangkat sebagai penggantinya dan menjadi KGPAA Mangkunegoro IV. Dialah -- konon bersama Ronggowarsito -- yang menulis karya legendaris Serat Wedhatama. Dia pulalah yang menulis komposisi gamelan Ketawang Puspowarno Laras Slendro Pathet Manyuro. Komposisi Ketawang Puspowarno ini lah – dimainkan oleh kelompok gamelan Paku Alaman Yogyakarta dengan pengarahan Kanjeng Raden Tumenggung Wasitodipuro – yang direkam oleh Robert E. Brown, etnomusikolog dari Amerika Serikat.
Thinkstock ilustrasi

Ketika Komite Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang dipimpin oleh profesor astronomi Universitas Cornell, Carl Sagan, diminta menyaring musik, suara dan gambar, yang bakal menyertai perjalanan wahana Voyager 1 ke antariksa, komposisi Ketawang Puspowarno sepanjang 4 menit 43 detik tersebut terpilih. Komposisi Puspowarno direkam di atas cakram emas bersama Brandenburg Concerto No. 2 karya Johann Sebastian Bach, The Magic Flute, karya Mozart, Melancholy Blues yang dilantunkan oleh Louis Armstrong, Symphony no. 5 karya Beethoven, dan puluhan komposisi lain dari seluruh dunia.

"Rekaman itu hanya akan dimainkan jika Voyager bertemu dengan peradaban yang sudah maju di ruang antar bintang. Tapi peluncuran "pesan dalam botol" ke lautan kosmis ini memberikan harapan tentang kehidupan di planet sana," kata Sagan, kala itu, seperti dikutip Space.

Selain komposisi Puspowarno, dalam cakram emas itu juga tersimpan foto penari Bali hasil jepretan Donna Grosvenor dan ucapan dalam bahasa Indonesia,"Selamat malam hadirin sekalian, selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu," bersama ucapan lain dalam 55 bahasa di dunia. Total ukuran file semua rekaman itu – musik, suara dan gambar – hanya sekitar 68 kilobita. Jauh lebih kecil dari kapasitas iPod paling kecil sekalipun.
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed