Sejarawan sekaligus pengurus Museum Perjoangan Bogor, Mahrup mengatakan Margonda gugur saat perang di Kalibata, Pancoran Mas, Depok tanggal 16 November 1945. Kala itu Margonda sedang berada di pinggir Kali Bata, Pancoran Mas.
"Tepat pada saat itu Margonda gugur karena tertembak di dada oleh tentara NICA. Posisi Margonda sedang melempar granat pada garis terdepan," kata Mahrup kepada detikcom di Museum Perjoangan Bogor, Jl Merdeka, Jumat (6/11/2015).
Catatan soal Margonda |
Timah panas musuh membuat Margonda tumbang, darah mengalir deras dari dadanya. Granat buatan Jepang yang awalnya akan dilemparkan ke tentara Inggris terlepas dari genggaman. Margonda meninggal tanpa sempat mendapat perawatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi meninggalnya Margonda tepat di pinggir Kali Bata, mata air kali ini berada di Depok tepatnya di masjid sumur tujuh atau yang biasa dikenal dengan nama Sumur Mbah Beji.
![]() |
Totalitas perjuangan Margonda kala itu, menurut Mahrup dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia yang sudah dalam keadaan terdesak. Kemerdekaan yang sudah diproklamirkan harus seutuhnya dirasakan oleh rakyat. Semua penjajah harus angkat kaki dari negeri ini.
"Ia (Margonda) menilai bahwa republik sedang dalam keadaan terdesak dan dirinya harus berkorban jika ingin ada hasil akhir yang baik," ucapnya.
Jasad Margonda dibawa ke Bogor dan dimakamkan di depan Stasiun Bogor. Lalu makamnya dipindah ke Taman Makam Pahlawan Dreded, Bogor.
(slh/mad)











































Catatan soal Margonda