"Dari dulu dia bilang kan mau, yang bilang nggak mau siapa?" kata Yorrys di sela diskusi 'Jalan Keluar Sengkarut Konflik Partai Golkar' di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Minggu (8/11/2015).
"Penyelesaiannya Munas, cuma kapan, bagaimana caranya, karena ada konflik biar berdua (Agung dan Ical) itu yang ngomong. Masa kita ikut-ikut campur," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga itu saja, dan mereka sudah komunikasi. Dan saya yakin pasti selesai. Masa Aburizal nggak mau," tutur Yorrys.
Dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/11) lalu, Ical merasa putusan MA sudah sangat jelas mendesak Menkum HAM mencabut SK yang mengesahkan pengurus Golkar hasil Munas Ancol pimpinan Agung Laksono.
Karena itu ia menegaskan tak akan ada munas lagi sebelum kepengurusan Golkar hasil Munas Bali berakhir tahun 2019 mendatang.
"Mengikuti Munas Bali, DPP berlaku sampai dengan 2019. Karena itulah berdasarkan AD/ART maka kita akan mengadakan Munas tahun 2019," ujar Ical.
(rna/fdn)











































