Kegiatan tersebut diadakan bertepatan dengan Car Free Day di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Di tempat tersebut 10 ribu tempe mendoan dimasak dan dibagikan ke masyarakat secara gratis.
"Semua orang di Banyumas pasti makan mendoan dan ini makanan wajib yang bisa ditemui di mana saja. Dan selama ini tidak ada orang Banyumas yang mengaku memiliki hak paten mendoan," kata pengujung Festival Mendoan, Ainul, di lokasi acara, Minggu (8/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menu wajib saya di rumah kalau tidak ada mendoan rasanya ada sajian makanan yang kurang," ujar Tangkas.
Saat ditanya mengenai adanya hak ekslusif yang dimiliki oleh Fudji Wong, Tangkas mengaku terkejut. Tetapi kata Tangkas, persoalan ini semoga tidak berlarut-larut dan cepat selesai.

"Harusnya Fudji Wong minta izin dulu. Tapi sudah terlanjur. Sing jelas gegara geger mendoan wong Mbanyumas tambah kompak (yang pasti karena geger mendoan, orang Banyumas makin kompak)," ucap Tangkas.
Sementara menurut warga asal Palembang yang sudah menetap di Banyumas selama 4 tahun, Frangky, kejadian ini seharusnya bisa menjadi evaluasi bagi pemerintah Banyumas dan masyarakat Banyumas. Meski semuanya mengaku mencintai mendoan tapi dia meyakini jika tidak semua orang tahu sejak kapan orang Banyumas mengkonsumsi mendoan.
"Kayaknya tidak semua orang tahu sejarahnya mendoan. Ini moment yang tepat untuk Pemkab Banyumas dan segenap elemen masyarakat mulai mengkaji lebih dalam segala sesuatunya tentang mendoan," ujar Frangky.
Sementara menurut Bupati Banyumas, Achmad Husein, festival ini dilaksanakan untuk mempopulerkan kembali dan meningkatkan rasa memiliki terhadap mendoan.
"Masyarakat banyak yang datang ke acara ini. Mereka saling berebut mendoan yang dibagikan gratis. Ini menandakan memang masyarakat fanatik terhadap mendoan," kata Husein.
Dia menjelaskan, dengan adanya kasus hak merek dagang mendoan, ada hikmah yang bisa dirasakan bersama.
"Kita bisa menjaganya agar lebih baik dan jangan sampai terulang kembali, karena mendoan adalah milik kita semua," ucap Husein. (asp/asp)











































