"Mesinnya sudah tiba di perairan Teluk Tomini Marisa, Provinsi Gorontalo, siang tadi," ujar Supervisor Humas & Bina Lingkungan PLN Wilayah Suluttenggo, Dermawan Amir Uloli dalam siaran persnya, Sabtu (7/11/2015) malam.
Masing-masing mesin yang diproduksi General Electric (GE)itu berkapasitas 25 MW. Mesin-mesin itu dimuat pada kapal kargo berbendera negara Antigua Barbuda, MV Fortune.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedatangannya hanya mundur 1 hari dari perkiraan awal, yaitu 6 November 2015, dari 6 minggu yang ditentukan," kata Uloli.
Lanjutnya, memang terjadi kendala pada proses penurunan barang. Kapal itu tidak dapat merapat ke dermaga Gorontalo karena belum dapat digunakan untuk kapal dengan tonase besar.
"Kapal pun hanya bisa berlabuh sekitar 2 mil laut arah selatan dari lokasi proyek," lanjut Uloli.
Untuk penurunan mesin-mesin itu ke daratan, katanya, harus melalui proses transfer dengan bantuan kapal tongkang. Waktu yang dibutuhkan antara 3 hingga 4, dengan perkiraan antara tanggal 10 atau 11 Nopember 2015 seluruh mesin sudah bisa menempati lokasi yang telah disiapkan di PLTG.
"Tapi sebelumnya dilakukan proses unloading dulu dengan pemeriksaan dokumen oleh Bea Cukai untuk memastikan kelengkapan seluruh dokumen yang wajib disediakan," terangnya.
Hingga tanggal 25 Oktober 2015, progres pembangunan fisik PLTG Gorontalo telah mencapai 43% sejak dimulai pembangunannya pada awal September 2015. Saat ini, pekerjaan konstruksi untuk pondasi mesin, pondasi trafo hingga pondasi untuk switchyard dan pondasi daily tank telah selesai dikerjakan.
Hal itu memang tidak lepas dari pekerjaan yang dilakukan 24 jam non stop oleh 4 tim, dengan pola pembagian kerja 3 shift. Ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk percepatan penyelesaian proyek pembangunan PLTG Gorontalo.
"Masih banyak pekerjaan yang harus terus dilakukan dan semoga tidak ada kendala yang berarti, sehingga target tahap pertama, yaitu 50 MW PLTG Gorontalo sudah dapat dioperasikan di akhir Desember 2015 atau di awal Januari 2016, dan 50 MW tahap keduanya sudah bisa beroperasi di bulan Maret 2016," pungkas Uloli. (dhn/dhn)











































