Disebut Minta Jabatan Ketua Harian ke Ical, Ini Kata Agung Laksono

Disebut Minta Jabatan Ketua Harian ke Ical, Ini Kata Agung Laksono

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2015 15:31 WIB
Disebut Minta Jabatan Ketua Harian ke Ical, Ini Kata Agung Laksono
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Bambang Soesatyo mengungkap Agung Laksono meminta posisi Waketum merangkap Ketua Harian ke Aburizal Bakrie (Ical). Agung pun memberikan penjelasan, apa yang sebenarnya terjadi?

Agung menuturkan pernyataan Bendahara Umum Golkar kubu Munas Bali itu memelintir fakta yang sebenarnya. "Saya bicara dengan Pak Ical, itu adalah supaya penyelesaian ini diakhiri melalui Munas tahun 2015 dan itu sangat tegas. Nah untuk melaksanakan Munas itu kan persiapan, basis yang dipakai adalah kesepakatan kita untuk dijadikan dasar ke Kemenkum HAM karena Munas Riau sudah kadaluarsa, Munas Bali ditolak pengesahannya, dan Munas Jakarta dicabut," kata Agung mengawali penjelasannya kepada detikcom, Sabtu (7/11/2015).

Karena itu diperlukan kesepakatan baru untuk menyelenggarakan Munas bersama-sama. Agung kemudian menawarkan diri untuk mengalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Pak Ical setuju ada Munas tahun 2015 sesudah Pilkada maka saya bersedia bergabung untuk mengalah, kan tidak mungkin dia pergi menggelar Munas sendiri. Nah dalam kerangka itu saya bersedia mengalah dalam posisi sebagai waketum atau ketua harian tapi tidak sampai 2019," kata Agung.

Tawaran Agung itu diarahkan agar dirinya bersama kubu Munas Ancol dapat memantau persiapan Munas bersama. Namun dengan syarat Munas bersama digelar setelah Pilkada dan selambat-lambatnya Desember 2015.

"Saya bilang saya bersedia mengalah asalkan persiapan untuk menyelenggarakan Munas sesudah Pilkada akhir Desember atau awal Januari. Jadi bukan mencari jabatannya dulu," kata Agung.

Niat Agung menawarkan diri mengalah agar dirinya bisa membantu mempersiapkan Munas. Untuk memastikan bahwa tidak ada rekayasa dalam Munas bersama untuk menyatukan Golkar.

"Supaya persiapannya saya kontrol, tidak direkayasa lagi. Nanti saya juga masukkan teman-teman lagi. Artinya ke sana bukan untuk mencari jabatan dulu, Munas dulu yang saya minta," katanya.

Namun Ical tetap memaksa agar Agung bergabung sampai tahun 2019. Akhirnya tidak terjadi kesepakatan sehingga Agung tidak melanjutkan pembicaraan soal penggabungan pengurus itu. "Tapi Pak Ical ngotot maunya sampai 2019, saya bilang tidak bisa dan nggak ada dasarnya. Karena Pak Ical tidak mau Munas 2015 saya tolak," kata Agung.

"Karena Pak Ical tidak bersedia pertemuan kedua pun saya nggak datang karena dipaksa mengakui Munas Bali dan nggak mau Munas lagi," pungkasnya. (van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini