"Agung ajukan PK. Menurut saya itu sama saja seperti badut. Apanya yang di PK? Kalau itu hanya PK odong-odong, ya masuk akal. Sebab apa novum barunya?," kata Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo kepada detikcom, Minggu (7/11/2015).
Bambang menyarankan Agung untuk tak lagi ngotot mendorong Munas. Lebih baik Agung insyaf dan mengakui pengurus Golkar hasil Munas Bali. Apalagi Ical juga siap menampung pengurus Golkar hasil Munas Ancol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada informasi juga mereka mengajukan PK atas kekalahan mereka tekait keputusan PTUN di tingkat kasasi MA. Langkah tersebut jelas menunjukan mereka tidak memiliki itikat baik terhadap masa depan partai yang sudah membesarkannya dengan berbagai jabatan publik, jabatan politik dan kekuasaan," imbuhnya.
Bambang menuturkan segenap kader Golkar kecewa dengan langkah Agung. "Karena langkah mereka mengajukan Kasasi dan PK itu sama saja dengaan melempar kotoran ke muka Pak JK yang kemarin mereka puji-puji sebagai penggagas rekonsiliasi dan mereka sendiri dalam sambutan Agung kemarin menyatakan tidak akan menempuh lagi jalur hukum karena lebih memilih rekonsilasi," kata Agung.
(van/ndr)











































