Dinas Bina Marga DKI Gandeng TransJ Pasang Separator Busway di Koridor VI

Dinas Bina Marga DKI Gandeng TransJ Pasang Separator Busway di Koridor VI

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2015 01:35 WIB
Dinas Bina Marga DKI Gandeng TransJ Pasang Separator Busway di Koridor VI
Foto: Ayunda Savitri
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) pernah menyebut jumlah kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan di Ibu Kota terbatas, sehingga dirinya memprioritaskan perbaikan koridor TransJ terlebih dulu. Hal itu pun terlihat dari terpasangnya pembatas milik Dinas Bina Marga DKI di sejumlah ruas jalan Koridor VI.

Seperti yang detikcom sempat lihat di Halte Jatipadang yang masuk dalam Koridor VI, Jumat (6/11/2015). Sepanjang jalur busway dari Halte Deptan separator busway berganti dengan pembatas jalan milik Dinas Bina Marga DKI yang berwarna putih.

Saat dikonfirmasi, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih membenarkan pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Bina Marga DKI untuk memasang pembatas jalan tersebut sementara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar itu program dari Dinas Bina Marga berkoordinasi dengan BUMD TransJakarta memasang separator standar jalur busway di koridor-koridor busway," ujar Kosasih saat berbincang dengan detikcom.

Dengan begitu, kendaraan pribadi yang melintas di jalur busway tidak bisa lagi 'melompati' separator seperti yang selama ini dilakukannya. Kosasih menyebut perbaikan separator tersebut saat ini memang diprioritaskan untuk Koridor VI.

"Tahun ini telah dilakukan pengadaan sepanjang 18 km oleh Dinas Bina Marga dan diprioritaskan di Koridor VI," terangnya.

Sebelum ini, Kosasih juga menyebut Koridor VI telah menjadi perhatian Ahok dan Dishub DKI. Sebabnya, banyak pelayanan yang tidak memadai datang dari koridor tersebut.

"Koridor VI memang paling disoroti karena paling kurang memuaskan pelayanannya," kata Kadishubtrans Andri Yansyah saat dihubungi, Rabu (14/10) lalu.

Dia mengatakan Koridor VI akan menjadi percontohan untuk masalah srerilisasi, infrastruktur, pembangunan halte dan barrier gate. Tak hanya itu pihaknya juga berencana membangun park and ride di Ragunan karena kemungkinan akan ada lonjakan penumpang dari waktu ke waktu. (aws/bag)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads