Meski berkali-kali polisi telah mengingatkan masyarakat untuk tidak percaya SMS yang berbau penipuan, namun nyatanya korban penipuan masih banyak. Ini terbukti dari tertangkapnya Effendi 'bos tipu-tipu' yang sudah meraup keuntungan besar dari hasil kejahatan.
Lalu, bagaimana korban bisa tertipu? Effendi mengatakan, korban yang kena tipu kebanyakan seperti terhipnotis.
"Korban terpancing kayak kena hipnotis aja, tapi anak-anak (anak buah tersangka) tidak ada yang bisa hipnotis. Soalnya orang yang ketipu kayak dihipnosis juga kan, sudah terambil baru sadar," kata Effendi kepada wartawan di ruang penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Effendi mengatakan, ada ratusan SIM Card yang digunakan sebagai modem agar kemudian SMS tersebut bisa dioperasikan melalui laptop. Dari laptop tersebut, tersangka satu hari mengirimkan ribuan SMS ke nomor para calon korban.
"Nanti ada 2 nomor yang aktif yang akan menerima panggilan dari calon korban. Dua nomor ini dipegang oleh orang yang berbeda," katanya.
Dua orang operator itulah yang nantinya akan memandu calon korban ke mesin ATM setelah korban diyakinkan mendapatkan undian. Korban akan didikte untuk menekan tombol-tombol yang kemudian ujung-ujungnya mentransfer uang ke rekening tersangka.
Effendi mengatakan itu semua diatur oleh anak buahnya. Dia hanya bertugas mengawasi dan membimbing anak buahnya. (mei/bag)











































