Kubu Romi Ingin Muktamar Luar Biasa PPP, Djan Cs Menolak

Kubu Romi Ingin Muktamar Luar Biasa PPP, Djan Cs Menolak

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 17:45 WIB
Kubu Romi Ingin Muktamar Luar Biasa PPP, Djan Cs Menolak
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -
Pengurus PPP kubu Romahurmuziy mengusulkan muktamar luar biasa setelah putusan MA diketok. Usulan ini ditolak oleh kubu Djan Faridz. 
"Ketika keputusan PTUN menang, kita sudah ajak Mas Romi bergabung, bentuk tim islah. Tapi kelompok Romi tidak pernah puas, terus lakukan perlawanan hukum," kata Waketum PPP kubu Djan, Fernita Darwis saat dihubungi, Jumat (6/11/2015).
Kini, kubu Djan meminta Romi cs menjalankan keputusan hukum yang sudah ada yaitu putusan MA yang membatalkan SK kepengurusan Romi. Di sisi lain, Romi kini mengklaim kepengurusan PPP yang berlaku adalah hasil Muktamar Bandung. 
"Kalau keputusan hukum sudah jelas inkrah, cooling down dong," ucapnya.
Fernita mengaku tidak paham dengan tujuan Romi mengusulkan muktamar luar biasa. Romi diminta mengikuti saja putusan hukum yang ada da bergabung dengan kubu Djan. 
"Kita bingung ikuti maunya Mas Romi. Sudah lah, tidak usah lagi. Tidak usah ada lagi upaya mencerai berikan partai. Itu bikin kader bingung. Sudahlah, Mas Romi stop," ujar Fernita.
Sebelumnya diberitakan, Kubu Romi menyebut muktamar luar biasa adalah salah satu solusi. Suryadharma Ali yang merupakan Ketum PPP hasil Muktamar Bandung diminta menunjuk plt ketum untuk selanjutnya mempersiapkan muktamar. 
"Muktamar luar biasa di bawah kepemimpinan DPP PPP Hasil Muktamar Bandung 2011 merupakan alternatif penyelesaian konflik internal PPP," kata Wasekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani melalui pesan singkat, Jumat (6/11/2015). 
(imk/tor)


Berita Terkait