Banyak Lulusan SMK Menganggur, Menteri Hanif: Ada Dua Penyebabnya

Banyak Lulusan SMK Menganggur, Menteri Hanif: Ada Dua Penyebabnya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 17:46 WIB
Banyak Lulusan SMK Menganggur, Menteri Hanif: Ada Dua Penyebabnya
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Demak - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran lulusan SMK tertinggi daripada jenjang pendidikan lainnya yaitu 12,5% dari 7,56 juta orang. Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, menilai ada dua penyebab hal itu terjadi.

"Ya memang secara keseluruhan kalau kita lihat dari profil pengangguran kita ini, memang pendidikannya masih relatif rendah," kata Hanif ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (6/11/2015).

Terkait jumlah lulusan SMK yang masih banyak menganggur, menurut Hanif ada dua kemungkinan yaitu yang pertama ketersediaan lapangan kerja. Sedangkan yang kedua kompetensi kejuruan yang dimiliki lulusan SMK belum cocok dengan lapangan kerja yang tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menganggurnya ini ada dua kemungkinan. Mungkin kompetensi belum mix dengan industri atau kemampuan dia (lulusan SMK) yang tidak pas. Jadi satunya terkait lapangan kerja (ketersediaan), satunya terkait dengan ketidaknyambungan antara keahlian dan lapangan kerjanya. Intinya ke depan kompetensi harus digenjot," jelas Hanif.

Banyaknya jumlah pengangguran lulusan SMK tersebut menurut Hanif harus menjadi perhatian, apalagi pemerintah terus mensosialisasikan potensi lulusan SMK.

"Itu artinya harus menjadi perhatian kita semua. Semua itu pemerintah, dunia usaha, masyarakat pada umumnya untuk memastikan  kompetensi mereka. Nah, kompetensi ini menjadi orientasi dasar pengembangan tenaga kerja kita," tegas Hanif.

"Pemerintah sudah mempunyai fasilitas BLK untuk mendorong agar angkatan kerja yang belum bekerja agar bisa meningkatkan kemampuan dan kompetensi untuk industri atau wirausaha mandiri," imbuhnya.

Diketahui BPS mencatat 6,4% dari total pengangguran merupakan lulusan Universitas dan 7,54% lulusan diploma. Untuk pendidikan SD tercatat 2,74%, SMP 6,22%, SMA 10,32%, dan tertinggi lulusan SMK yaitu 12,65%. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads