"Ya memang secara keseluruhan kalau kita lihat dari profil pengangguran kita ini, memang pendidikannya masih relatif rendah," kata Hanif ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (6/11/2015).
Terkait jumlah lulusan SMK yang masih banyak menganggur, menurut Hanif ada dua kemungkinan yaitu yang pertama ketersediaan lapangan kerja. Sedangkan yang kedua kompetensi kejuruan yang dimiliki lulusan SMK belum cocok dengan lapangan kerja yang tersedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya jumlah pengangguran lulusan SMK tersebut menurut Hanif harus menjadi perhatian, apalagi pemerintah terus mensosialisasikan potensi lulusan SMK.
"Itu artinya harus menjadi perhatian kita semua. Semua itu pemerintah, dunia usaha, masyarakat pada umumnya untuk memastikan kompetensi mereka. Nah, kompetensi ini menjadi orientasi dasar pengembangan tenaga kerja kita," tegas Hanif.
"Pemerintah sudah mempunyai fasilitas BLK untuk mendorong agar angkatan kerja yang belum bekerja agar bisa meningkatkan kemampuan dan kompetensi untuk industri atau wirausaha mandiri," imbuhnya.
Diketahui BPS mencatat 6,4% dari total pengangguran merupakan lulusan Universitas dan 7,54% lulusan diploma. Untuk pendidikan SD tercatat 2,74%, SMP 6,22%, SMA 10,32%, dan tertinggi lulusan SMK yaitu 12,65%. (alg/try)











































