"Omsetnya miliaran rupiah. Tapi detailnya kami belum bisa pastikan," kata Wakil Direktur Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Nugroho Aji Wijayanto di Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Jl MT Haryono, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2015).
Menurut Nugroho, pembuatan salep palsu ini sudah berjalan sekitar setahun. Setiap bulannya, pria berusia 38 tahun itu dapat menjual sekitar 20 ribu botol salep 88 palsu. Yang menjualnya ke kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga salep yang dijualnya jauh lebih murah dari harga aslinya. Rata-rata harga salep 88 asli adalah Rp 7.500 sementara ia menjual dengan harga Rp 3.000.
Yang, meracik salep tersebut seorang diri. Ia membeli bahan kimia dari Guangzhou, China. Ia lalu mengolah secara manual kemudian mendistribusikannya.
Nugroho yakin Yang tak mungkin bekerja sendiri. Sejauh ini pihaknya hanya menangkap Yang seorang. Namun ada beberapa orang yang masih dalam pengejaran.
"2 orang masih DPO. Kita juga sedang dalami keterlibatan jaringan dia di berbagai kota, termasuk yang di luar negeri," katanya. (kff/fdn)











































