Bupati Banyumas: Privatisasi Merek Mendoan Meresahkan Warga

Bupati Banyumas: Privatisasi Merek Mendoan Meresahkan Warga

Rivki - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 15:41 WIB
Bupati Banyumas: Privatisasi Merek Mendoan Meresahkan Warga
Bupati Banyumas Achmad Husein (rivki/detikcom)
Jakarta - Meski pemerintah menjamin memakai nama 'mendoan' untuk produk mendoan tidak akan dipidana, tetapi Bupati Banyumas, Achmad Husein, tetap meminta privatisasi 'mendoan' dicabut. Dia menegaskan mendoan adalah milik warga Banyumas.

Pemerintah, sebelumnya menjelaskan 'mendoan' yang dimiliki oleh Fudji Wong adalah untuk produk keripik tempe, olahan daging dan lain-lain. Namun Bupati Achmad menegaskan, keripik tempe merupakan khas Banyumas.

"Tetap tidak setuju, karena keripik tempe kan khas Banyumas juga," ucap Husein di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Jumat (6/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, keripik tempe itu merupakan asli dari wilayah Purwokerto yang masih berada di wilayah administrasi kabupaten Banyumas. Untuk itu dia minta 'mendoan' yang dimiliki oleh Fudji Wong segera dicabut.

"Makanya Purwokerto itu terkenal kota keripik, salah satunya keripik tempe," ucap Husein.

Dia juga berencana akan menemui pejabat Kemenkum HAM untuk membicarakan masalah privatisasi 'mendoan' menurutnya hal ini meresahkan warga Banyumas.

"Kami akan beritahu bahwa ada kasus seperti ini dan ini cukup meresahkan warga," ujar Husein.


(rvk/asp)


Berita Terkait