JK Tak Lagi Dorong Munas, Agung Laksono Ditinggal Sendirian?

JK Tak Lagi Dorong Munas, Agung Laksono Ditinggal Sendirian?

Ahmad Toriq - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 15:32 WIB
JK Tak Lagi Dorong Munas, Agung Laksono Ditinggal Sendirian?
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pasca putusan MA, perlahan-lahan elite Golkar hasil Munas Ancol mulai menjalin komunikasi dengan kubu Aburizal Bakrie. Tak pelak, Ketum Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono mulai ditinggalkan.

Pernyataan tajam Yorrys Raweyai yang sesumbar tak lagi bukan orang Agung Laksono adalah salah satu indikasinya. Orang yang dipercaya Agung jadi Waketum Golkar hasil Munas Ancol itu kini malah lebih mesra dengan kubu Golkar hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie.

"Saya bukan orangnya Agung. Saya bukan orangnya Aburizal. Dari pertama kan saya sudah posisikan sebagai tim penyelamat partai. Saya mulai tidak sependapat dengan Agung mulai 9 Agustus, pasca penetapan KPU," ucap Yorrys yang kini berduet dengan Nurdin Halid jadi tim pemenangan Golkar di Pilkada, Kamis (5/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya Yorrys yang meninggalkan Agung. Sesepuh Golkar yang sejak awal menggagas islah Golkar, Wapres Jusuf Kalla, pun mulai beda pandangan dengan Agung. JK yang awalnya sepakat dengan Agung mendorong Munas bersama untuk mempersatukan Golkar kini mulai berubah pandangan.

JK kini mendorong Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono berdialog membahas islah Golkar. Dialog dilakukan untuk menghasilkan kepengurusan baru. JK tak lagi bicara perlunya Munas memilih Ketum Golkar baru.

"Oleh putusan MA tentu kita tahu semua bahwa Menkum HAM harus menarik SK-nya. Dari situ nanti antara Ical dan Agung sekarang ini kan tiap hari bicara bersama bagaimana merealisasi keputusan itu," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2015).

"Karena yang paling cocok adalah dialog. Kemudian dari dialog itu disusunlah kepengurusan yang satu," tambahnya.

JK yakin persoalan Golkar lekas selesai. "Yang sisa teknisnya. Mungkin berbeda sikap dengan teknis. Tidak dengan prinsip karena pada prinsipnya harus satu," jelasnya.

Lalu apakah dengan berubahnya pandangan JK maka Golkar hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie bakal menang dan mendapatkan SK Menkum HAM? Inikah babak akhir perjuangan Agung Laksono dll yang awalnya mendeklarasikan diri jadi presidium penyelamat Golkar? (van/nrl)


Berita Terkait