Buwas bercerita soal kunjungannya ke Lapas Cipinang yang dihuni 813 orang narapidana. Sementara penjaga Lapas hanya berjumlah 13 orang dan dibagi dalam 2 shift. Penjagaan di Lapas ini menurutnya tidak akan optimal sehingga sering terjadi pelanggaran.
"Saya sampaikan ke Kemenkum HAM. Serius nggak sih? Kalau tenaga kurang, taruh (narapidana) di pulau terluar. Suruh mereka survive. Kasih bahan mentah, kasih kantong, lalu lepas biar dia survive," ujar Komjen Buwas di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana dengan para bandar yang (akan) dihukum mati? Harus disterilkan. Bikin kolam buatan masukkan buaya. Sehingga kalau melarikan diri pasti dihajar buaya," katanya berapi-api.
Menurut Buwas, memang butuh ide-ide gila untuk memberantas narkoba. Sebab saat ini penyalahgunaan narkoba sudah memasuki tahap darurat, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya, Buwas juga telah menyampaikan ide tak biasa dengan mengusulkan agar setiap pengedar narkoba harus memakan narkoba yang berada di tangannya. Sehingga mereka akan mengalami overdosis dan akhirnya meninggal dengan sendirinya.
"Nah ini saya ada pemikiran, bagaimana kalau mesin penghancur narkotika adalah dengan dia telan sendiri. Nanti kan overdosis. Mati sendiri," katanya.
Dengan begitu, Buwas meyakini pekerjaan para hakim akan lebih mudah. Lapas juga tidak penuh diisi para pengedar narkoba.
(khf/fdn)










































