"Telah terjaring 100 ribu lebih pelanggaran yang sudah kita tindak. Pelanggaran kali ini meningkat dibanding 2015 dengan selisih 20 ribu pada tahun 2014. Di mana tahun 2014 ada 80 ribu pelanggaran yang kita tindak," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Risyapudin menjelaskan, salah satu faktor meningkatnya jumlah pelanggaran di tahun ini karena jumlah kendaraan yang bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini suatu hal yang problematik, satu sisi kendaraan banyak dan berdampak pada pengemudi roda dua itu sendiri, selain itu kesadaran masyarakat juga masih minim," imbuhnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelanggaran didominasi oleh motor. Selama Operasi Zebra Jaya 2015 yang berakhir tanggal 4 November lalu, ada 64 ribu pemotor yang ditilang.
Jumlah motor yang lebih banyak di banding kendaraan lainnya, diakui Risyapudin sebagai salah satu penyebab banyaknya pelanggaran oleh motor.
"Roda dua mendominasi karena dari sisi data tidak bisa dipungkiri ada 12 juta motor beroperasi di Jakarta. Bahkan ada ojek online yang digiatkan pelaku usaha menambah banyak jumlah motor yang ada," jelasnya.
Dalam operasi kali ini, petugas memfokuskan pelanggaran untuk 2 jenis pelanggaran yakni lawan arus dan menaikan-menurunkan penumpang di sembarang tempat.
Karenanya hal ini juga yang menjadi salah satu penyebab mengapa motor mendominasi pelanggaran yang ada.
"Motor memang masih banyak yang melakukan pelangggaran lawan arus," lanjutnya.
Meski angka pelanggaran meningkat, namun kecelakaan pada saat operasi, mengalami penurunan. "Untuk data laka selama Operasi Zebra 2015 menurun 13-14 kasus, tahun 2014 itu 112 kasus. Korban meninggal juga menurun 50 persen, luuka berat meningkat 6 orang dan luka ringan menurun 10 sampai 11 orang," tuturnya.
Operasi Zebra Jaya ini merupakan operasi rutin yang digelar setiap tahun. Dengan adanya operasi ini, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas.
"Kami imbau masyarakat untuk lebih sabar dan mengendalikan diri dalam berlalu lintas, sehingga lebih tertib. Kalau sudah tertib, mudah-mudahan kemacetan juga berkurang dan tentunya kecelakaan juga berkurang," ujar Risyapudin. (mei/fdn)











































