"Biasa saja...saya nggak mau komentar soal itu," kata Agung saat ditanya apakah dirinya sedih ditinggalkan Yorrys Raweyai. Hal ini disampaikan Agung saat berbincang dengan detikcom, Jumat (6/11/2015).
Agung merasa dirinya tak menunjuk Yorrys menjadi ketua tim pemenangan. "Kita ada tiga orang dari Munas Ancol, tiga orang dari Munas Bali yang tahu nama-namanya Pak Sekjen. Jadi tugasnya hanya mengatur jadwal kampanye," kata Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan ada pemecatan, jangan ada yang sifatnya provokatif. Jangan memprovokasi dan jangan terprovokasi dalam bahasa-bahasa yang konfrontatif. Kita cooling down dulu supaya tidak menyia-nyiakan silatnas kemarin," pungkasnya.
Belakangan Yorrys memang terlihat sangat kompak dengan Nurdin Halid. Mereka mulai dekat saat sama-sama di Tim 10 yang bertugas menjaring calon-calon kepala daerah Golkar untuk Pilkada Serentak 2015.
Kini Yorrys pun menegaskan dirinya bukan lagi orang dekat Agung Laksono. Meski ia pun tak lantas loncat ke kubu Aburizal Bakrie.
"Saya bukan orangnya Agung. Saya bukan orangnya Aburizal. Dari pertama kan saya sudah posisikan sebagai tim penyelamat partai. Saya mulai tidak sependapat dengan Agung mulai 9 Agustus, pasca penetapan KPU," ucap Yorrys, Kamis (5/11/2015).
(van/nrl)











































