Mendikbud: Pengangguran Lulusan SMK akan Berkurang di Februari 2016

Mendikbud: Pengangguran Lulusan SMK akan Berkurang di Februari 2016

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 11:05 WIB
Mendikbud: Pengangguran Lulusan SMK akan Berkurang di Februari 2016
pencari kerja di Job Fair (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data, angka pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK. Menjawab ini, Mendikbud Anies Baswedan optimistis bakal ada perubahan dalam empat bulan ke depan.

Anies yang sedang berada di acara sidang UNESCO di Paris membeberkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2015 tercatat sebesar 6,18 persen. Selain itu, data BPS menunjukkan bahwa kualitas penduduk bekerja semakin membaik yang ditunjukkan oleh dua hal, yaitu a) makin meningkatnya proporsi penduduk bekerja berpendidikan tinggi (meningkat dari 9,79% pada Agustus 2014 menjadi 11,01% pada Agustus 2015), dan b) semakin menurunnya penduduk yang bekerja dengan tingkat pendidikan SMP ke bawah (menurun dari 64,8% pada Agustus 2014 menjadi 62,30% pada Agustus 2015)

Sementara itu, secara umum pola data TPT selama 2013-2015 menunjukkan bahwa TPT pada bulan Agustus cenderung jauh lebih tinggi (Agustus 2014 sebesar 5,94% dan Agustus 2015 sebesar 6,81%) dibandingkan dengan TPT pada bulan Februari (Februari 2014 sebesar 5,70% dan Februari 2015 sebesar 5,81 %). Pola ini juga dialami oleh TPT untuk penduduk dengan tingkat pendidikan jenjang pendidikan tinggi dan menengah, termasuk SMK (Agustus 2015 sebesar 12,65% dan Februari 2015 sebesar 9,05 persen).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Anies, masih relatif tingginya tingkat pengangguran untuk penduduk dengan tingkat pendidikan SMK, antara lain disebabkan karena pada bulan Agustus, umumnya siswa SMK baru saja lulus. Selama 3 bulan pertama setelah kelulusan, para lulusan SMK baru dalam proses mencari kerja. Namun setelah itu, biasanya akan berubah.

"Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sama, diperkirakan bahwa tingkat pengangguran untuk kelompok SMK akan mengalami penurunan pada bulan Februari 2016 mendatang," terang Anies kepada detikcom, Jumat (6/11/2015).

Anies mengatakan, Kemendikbud terus berupaya meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan untuk jenjang menengah, khususnya SMK. Antara lain dengan memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri serta meningkatkan kompetensi guru.

Selain itu, lanjut Anies, juga dengan melengkapi SMK dengan sarana laboratorium dan teaching factory yang berkualitas. Lalu juga dengan memperluas akses para lulusan SMK untuk mengikuti uji kompetensi. (bar/mad)


Berita Terkait