Aksi Ahok Pantang Mundur Melawan 'Preman' Sampah

Aksi Ahok Pantang Mundur Melawan 'Preman' Sampah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 09:44 WIB
Aksi Ahok Pantang Mundur Melawan Preman Sampah
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Siapapun yang memainkan Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi orang satu yang tahan menghadapi mereka, termasuk melawan aksi premanisme sampah tengah memanas. Pantang kalah!

Penghadangan truk-truk sampah dari Jakarta menuju TPST Bantargebang di Cileungsi, Bogor, oleh warga menyulut kemarahan Ahok. Menurut dia, aksi tersebut bentuk premanisme.

Ahok bertambah heran melihat ulah warga itu sebab selama puluhan tahun berjalan tidak pernah ada masalah. "Makanya itu yang saya katakan, itu namanya premanisme kalau menurut saya. Mana ada cara begitu," kata Ahok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permintaan warga sekitar agar operasional pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hanya pada 21.00-05.00 WIB otomatis berdampak penumpukan sampah di sejumlah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Jakarta.

Melihat polemik ini, Ahok enggan berspekulasi tentang 'dalang' di balik pengadangan truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta. Ahok melaporkan kasus ini ke kepolisian dan terus berupaya mencari solusi terbaik.

Ahok dan jajaran Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencari jalan keluar mulai dari mengaktifkan bank sampah hingga bertekad merealisasikan swakelola sampah.

Begini aksi Ahok melawan 'preman' sampah:



1. Bank Sampah

Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta punya solusi agar tidak tergantung dengan TPST Bantargebang menyusul pembatasan jam operasional pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hanya pada 21.00-05.00 WIB.

"Bank sampah akan mengurai sampah rumah tangga sehingga bisa dibuat kompos. Dengan pemilahan itu tentu akan signifikan mengurangi tonase sampah yang dihasilkan," kata Kadis Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adjie, Kamis (5/11/2016).

Ia mengatakan Jakarta sudah ada 243 bank sampah. Meski demikian, kata Isnawa, angka tersebut jauh dari ideal.

2. Swakelola Sampah

Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Ahok ingin membangun secara mandiri teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik yang disebut incinerator di 4 lokasi di Jakarta seperti Sunter, Semanan, Cakung dan Marunda.

"Kami nggak mau buang di Bogor atau Bekasi kok, rugi. Kalau kita buang terlalu jauh tuh transport rugi. Makanya, kita pengen ada 4 lokasi di Jakarta," ujar Ahok.

Kadis Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adjie mengatakan hal yang sama. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta akan merealisasikan pembangunan Intermediate Treament Facilities (ITF). "Seharusnya sudah dibangun tahun 2011 lalu tapi karena ada satu hal tidak pernah selesai," ujar dia.

Iswana menambahkan Jakarta seharusnya memiliki 2 ITF dengan kapasitas 1.000 sampai 1.500 ton. "Kalau ada dua artinya ada 3000 ton sampah yang bisa dikelola sehingga sampah yang dikirim ke TPST bisa berkurang. Oleh karena itu, Pak Gubernur mengandung Jakpro untuk membangun itu di Cilincing dan Sunter, rencananya tahun depan akan dimulai karena Pak Gubernur tidak mau bergantung dengan Bantargebang," paparnya.

3. Sosialisasi

Foto: Edward Febriyatri Kusuma/detikcom
Ahok meminta agar Pasar Jaya ikut mengelola sampah. Warga Ibu Kota juga diminta untuk membuat pembakaran sampah mandiri di rumah.

"Terus yang di pasar saya instruksikan pasar jaya untuk kelola. Sampah kan banyak dari pasar," imbuh Ahok.

Tak hanya itu, secara bersamaan juga Ahok ingin masyarakat tetap diberikan sosialisasi dan pendidikan agar tak membuang sampah seenaknya, dan kalau bisa tiap rumah bisa membakar sendiri sampah dengan model incinerator tadi.

"Contoh di Kemang, Kemang saya punya banyak teman. Mereka di rumah, desain, bakar sendiri, punya tungku sendiri karena rumahnya besar. Jadi memang kalau masyarakat seperti ini, bagi saya ini suatu berkat suatu kesempatan untuk memperbaiki," ucap Ahok.

4. Surat untuk Kapolri

Foto: Farhan/detikcom
Akibat truk diadang oleh warga, sampah yang seharusnya sudah dibawa ke TPST Bantargebang menjadi terbengkalai. Ahok pun mengancam apabila warga tetap 'menyandera' truk sampah milik DKI atau menutup akses jalan untuk DKI maka pihaknya akan melapor ke Polri untuk ditindaklanjuti.

"Ada yang numpuk. Sampah numpuk enggak diangkut. Ya sudah saya bilang kalau masih lama terus, saya lapor Kapolri bahwa ini namanya premanisme. Kita kirim surat pada polisi," pungkasnya.

Menindaklanjuti laporan Ahok, Polda Metro Jaya siap turun tangan bila terjadi pelanggaran hukum. "Kita sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polres Bogor, sudah berkoordinasi. Prinsipnya kita lakukan tindakan kepolisian, tapi karena wilayah hukumnya Polda Jabar nanti Polda Jabar yang di depan, bila nanti ada yang bersinggungan dengan Polda Metro Jaya kita akan turun juga," jelas Kabid Humad Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada wartawan di kantornya, Rabu (4/11/2015).


Sementara itu, Polresta Bekasi Kota siap melakukan tindakan jika terjadi penghadangan terhadap truk sampah milik DKI Jakarta di wilayahnya. Pihaknya akan melakukan tindakan tegas bagi yang coba-coba hadang truk sampah dari DKI.

"Kita sudah menyebar anggota serse dan intel sebagai langkah preventif. Jika nanti ada pengadangan oleh kelompok atau warga maka akan dilakukan penindakan," ujar Kasubag Humas Polresta Kota Bekasi AKP Siswo kepada detikcom, Rabu (4/11/2015).    

Halaman 2 dari 5
(aan/mad)


Berita Terkait