Paus tersebut awalnya ditemukan terapung oleh Kapal Motor Jasa Laot milik Izil Azhar dengan tekong bernama Yudi sekitar pukul 07.30, Kamis (5/11/2015). Saat itu, Yudi sedang menarik jaring untuk mencari ikan.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Yudi memberitahu petugas Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Sabang. Kondisi paus saat itu sudah dalam keadaan pingsan. Tak lama berselang, mamalia tersebut mati.
Paus ini akhirnya mati setelah ditemukan warga terdampar (dok. Lanal Sabang) |
Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sabang selanjutnya memerintahkan KM Jasa Laot untuk menarik Paus tersebut menuju dermaga pantai Gapang. Paus tersebut tiba di Dermaga Gapang sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas PSDKP Sabang kemudian mengambil sampel pada sirip dan daging bagian punggung paus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah diperiksa, sekitar pukul 13.30 WIB, bangkai paus tersebut kemudian ditarik ke tengah laut oleh petugas PSDKP Sabang menggunakan boat fiber putih dibantu KM Jasa Laot. Sampai di sana, bangkai paus kemudian ditenggelamkan.
"Penyebab kematian paus belum diketahui. Masih menunggu hasil penelitian sampel yang telah diambil pada bagian tubuh bangkai paus tersebut," jelas Mayor Akbar. (hri/hri)












































Paus ini akhirnya mati setelah ditemukan warga terdampar (dok. Lanal Sabang)