Pantauan detikcom, antrean truk sampah mengular panjang dari lokasi timbangan TPST Bantargebang hingga ke jalan Raya Narogong, Kamis (5/11/2015) malam. Meski tak terlihat ada ceceran sampah di jalan, namun cairan berbau busuk membasahi jalan.
Penampakan truk sampah yang mengular (Edward/detikcom) |
Antrean sendiri mulai terlihat sejak pukul 21.30 WIB. Pasalnya operasional pengangkutan sampah ke Bantargebang dibatas mulai dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.
Mayoritas para sopir truk telah mengantre selama satu jam. Sembari menunggu antrean, para sopir itu turun dari truk dan bersenda gurau dengan sopir lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dede sendiri mengaku tak tahu menahu apakah masih ada sampah yang tersisa atau tidak. Pasalnya ia hanya mendapat tugas untuk pengantaran.
Truk-truk sampah ini mengantre panjang (Edward/detikcom) |
Baca juga infografis: Sampah Jakarta Menggunung
"Sejauh ini sih aman-aman aja. Enggak tau deh kalau ada sampah yang enggak terangkut atau tidak, soalnya bukan urusan saya," paparnya
Senada dengan Dede, Saidi supir truk sampah dari Tanjung Priok merasakan hal yang sama. Ini akibat pembatasan operasional truk sampah yang diangkut hanya satu kali perjalan.
"Ini lewat tol barat terus masuk Narogong kebetulan baru sampai, jadi baru ngantre sejam," papar Saidi.
Akibat pembatasan operasional pengangkutan sampah dirinya harus mengubah jam tidurnya. Untuk mengeluarkan muatan sampah ke lokasi zona penimbunan milik DKI Jakarta butuh waktu lama.
"Bisa sampai 3-4 jam ke lokasi pembuangan," tandasnya.
(edo/rvk)











































Penampakan truk sampah yang mengular (Edward/detikcom)
Truk-truk sampah ini mengantre panjang (Edward/detikcom)