"Pak Gatot sebagai Panglima TNI perlu segera melakukan evaluasi total yang menyeluruh terutama kepada para anggota TNI yang memegang senjata. Itu sebagai antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa datang," ujar pengamat militer Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya tentang ini, Kamis (5/10/2015).
Di samping itu, lanjut Aqua pengadilan terhadap anggota Kostrad yang menembak korban hingga tewas harus segera dituntaskan. Tersangka agar di hukum sesuai dengan kesalahannya. Sehingga pihak keluarga dan masyarakat yakin bahwa Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono serius dan sungguh-sungguh menyelesaikan kasus tersebut.
Itu sekaligus sebagai terapi kejut (shock therapy) pada anggota TNI lainnya agar tidak main hakim sendiri. Sehingga mereka yang dititipin senjata lebih hati-hati dalam menggunakan alat tersebut. Tidak seenaknya hingga menghilangkan nyawa orang lain.
Seperti diberitakan Seorang pria bernama Jafra yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi tewas ditembak oleh oknum Kostrad di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Pelaku merupakan anggota Divisi I Kostrad Cilodong berinisial Serda YH.
"Di Jl Mayor Oking depan SPBU Ciriung Cibinong telah terjadi penembakan terhadap korban bernama saudara Japra (40) yang dilakukan oleh Serda YH, anggota Kostrad Cilodong sehingga mengakibatkan korban meninggal di tempat," ungkap Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arm Robertson saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (3/11/2015).
Menurut Robertson, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 16.30 WIB sore. Saat kejadian korban sedang mengendarai motor Honda Supra dengan nopol B 6108 PGX.
"(Korban) serempetan dengan pelaku penembakan yang menggunakan mobil Honda CRV warna silver F 1239 DZ di Jl Ciriung, Cibinong," kata Robertson.
Pelaku kemudian tidak terima karena mobilnya diserempet oleh korban. Ia mengejar korban namun ternyata korban tak mau berhenti ataupun meminta maaf.
"Saat di depan Pom bensin Ciriung pelaku mengeluarkan senpi dan menembak korban pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia," Robertson menjelaskan. (hri/hri)











































