"Kalau saya pengalaman beda dengan Bu Risma. Begitu jadi bupati, sama sekali nggak punya pengalaman. Ilmu birokrasi dan ilmu anggaran karena saya tidak pernah diberi itu dan tidak punya pengalaman," jelas Yoyok dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Menurut dia, yang dia lakukan dengan bekerja sambil belajar. Aturan pemerintah pusat sudah dibuat dan konsep sudah ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses lelang di Batang memang transparan. Yoyok juga melarang orang dekat, keluarga, dan kelompoknya ikut main tender. Proses lelang dilakukan fair, dan pelayanan publik cepat.
"Sistem ini harus dibangun dan bagaimana manusianya. Pada saat saya menerapkan sistem baru di birokrasi pada kaget, ya wajar. Tentang aturan sudah dibuat tapi persepsi yang beda-beda," tegas dia.
"Makanya menurut saya agar bisa cepat program yang sudah ada di program Bu Risma diakui luar biasa baik. Kenapa nggak di pemerintah semua kabupaten se-Indonesia ditiru. Anggaran sama persis dan gambaran sama. Kalau sistem yang terbaik di tempat Bu Risma dikloning, wajibkan semua wong sistem pmerintahnya sama. Saya sambil bekerja sambil belajar," tutup dia. (dra/dra)










































