"Pintu air dibersihkan setiap ada sampah, Dinas Tata Air bekerjasama dengan Dinas Kebersihan. Kita siaga 24 jam kalau untuk operator. Kita ada saling komunikasi, kalau standby dari Dinas Kebersihan 1-2 orang, yang utama pengemudi Deco (alat berat)," ujar Julianto Wibowo (28) operator Pintu Air Manggarai saat ditemui detikcom di lokasi, Kamis (5/11/2015).
Untuk penanggulangan sampah yang masih berenang hingga pintu air, petugas memiliki metode tersendiri. Menggunakan rakit untuk menyerok tumpukan sampah yang menutupi pintu air menjadi salah satu solusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menggunakan rakit, petugas pintu air dan Dinas Kebersihan juga melakukan pengerukan tanah yang ada di dasar sungai. Fungsinya adalah untuk mengurangi dasar air sungai yang menuju Peil Schall (alat ukur ketinggian air).
"Alat berat dari Dinas Kebersihan memang di standby-kan untuk pengambilan sampah tiap harinya apabila ada sampah kiriman. Kantong pasir itu untuk pembangunan suatu waduk/mengendapkan Daerah Aliran Sungai (DAS). Dapat kiriman dari Kasi Dinas PU Jakpus," jelas Yulianto.
"Kita kerjasama juga dengan BMKG di saat hujan memantau curah hujan. Dengan tabung curah hujan setiap paginya. Milik kami khusus untuk memantau wilayah Manggarai kemudian dilaporkan via radio ke BMKG," sambungnya. (rii/try)











































