Salah satu isinya adalah menghapus pengawasan perbatasan di antara negara-negara Uni Eropa dan mencakup berbagai aturan kebijakan bersama untuk izin masuk jangka pendek. Usulan tersebut diperkirakan akan sampai ke Dewan Eropa pada awal tahun 2016.
Di sela pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Asean Europe Meeting (ASEM) di Luksemburg, Menlu RI Retno LP Marsudi menyempatkan diri bertemu dengan Menlu Uni Eropa Federica Mogherini. Dalam pertemuan tersebut Retno kembali menyampaikan mengenai usulannya terkait pembebasan visa Schengen bagi WNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membicarakan mengenai progress usulan Indonesia agar WNI dapat bebas visa ke negara-negara Schengen," lanjutnya.
Bila Indonesia diberikan bebas visa Schengen, maka, WNI tidak perlu lagi repot-repot mengurus visa ketika akan pergi ke negara-negara anggota Uni Eropa seperti Belgia, Perancis, Monako, Belanda, Spanyol, Portugal, Jerman, Ceko, dan Italia. Selain mengenai pembebasan visa Schengen, Mogherini juga menyampaikan harapan Uni Eropa agar Presiden Jokowi bisa berkunjung ke Belgia.Β
"Harapan UE agar presiden dapat lakukan kunjungan ke Brussels juga dibicarakan bersama Mogherini," tutur Retno. (yds/erd)











































