"Kemensristek Dikti selalu ikut penanganan bencana alam," ujar Nasir dalam jumpa pers di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015). Nasir didampingi Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Muhammad Dimyati.
Nasir menuturkan, luas lahan yang terbakar pada 2014 lebih luas dari 2015. Namun efeknya lebih dahsyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Nasir menambahkan, pihaknya akan membentuk konsorsium pada akhir November.
Tugas tim konsorsium yakni berkoordinasi dengan PT-PT di Indonesia dan mengaplikasikan program udara bersih dan hujan buatan.
Sedangkan aksi nyata 7 PTN mengatasi asap adalah sbb:
1. ITB
- Pembuatan alat fresh-on yang diciptakan oleh Prof I Gede Wenten.
-Program kelas aman asap di SDN 181/IV Kelurahan Lebak Bandung, Kec Jelutung, Kota Jambi diciptakan oleh Prof Zeily Nurachman
-Tim Satgas ITB mengubah rumah penduduk menjadi aman asap dengan memasang kasa dakron pada ventilasi dan penggunaan kipas exhauster sebagai pembuangan udara kotor.
-Penerapan one map policy atau penyusunan peta kebencanaan
-Pembuatan simulasi cuaca yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah terkait
-Pembangunan earth and space data center yang memberikan informasi dan data alam seperti cuaca, perubahan tutupan lahan, kebakaran, gunung meletus, gempa bumi, banjir, dan polusi udara.
2. UGM
-Koordinasi dengan BNPB, BNPD, pemda dan masyarakat untuk penanganan bencana.
-Mengidentifikasi dan menyusun rencana efek samping pasca bencana seperti diare dan gatal-gatal
-Memberikan penyuluhan pencegahan kepada masyarakat
-Berkoordinasi dengan PT setempat dalam penanganan kebakaran
-Siap bergabung dalam riset konsorsium bencana kebakaran
3. UI
-Membuka posko peduli asap di lokasi yaitu di Desa Rimo Panjang, Kampar, dan Pekanbaru
-Pembagian masker n95
-Mendirikan posko kesehatan
-Mengirimkan tenaga medis
-Membuat alat smoke absorber dengan harga Rp 500-600 ribu/unit.
4. Undip
-Penggalangan dana bagi korban asap
-Pembuatan alat pembersih udara yaitu Zeta Green yang diciptakan oleh Dr Muhammad Nur
5. Universitas Andalas
-Mengikuti KKN Kebangsaan di UNRI bertema Penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan
6. UNRI
-Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebakaran
-RS UNRI buka 24 jam bagi korban dan gratis
-Sebagai tuan rumah KKN kebangsaan melibatkan 28 perguruan tinggi dan tersebar di 60 desa dengan masing masing desa mendapat bantuan Rp 3 juta.
-Penghijauan 28 ribu bibit ditanam di 60 desa
-Melakukan seminar internasional tentang bencana kebakaran yang bekerjasama dengan Universitas Kyoto, Jepang
7. Unila
-Penggalangan dana asap bagi wilayah Riau dan Sumsel.
(nwy/nrl)












































