"Tidak benar, saya tidak pengaruhi DPRD Bekasi. Persoalan saya dengan Pak Sitorus dia memang ayah mertua saya, jadi jangan dikaitkan, saya nggak ada hubungannya dengan PT GTJ," ujar Tumpak saat ditemui detikcom di kantornya, Kamis (5/11/2015).
Untuk mengklarifikasi, Tumpak menjelaskan bahwa tugasnya sebagai anggota DPRD Bekasi tak bersinggungan langsung dengan persoalan Bantargebang. Dia berharap penjelasannya tersebut dapat menyelesaikan kesalahpahaman mengenai jabatannya di DPRD Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumpak yang telah menjadi anggota DPRD Bekasi sejak tahun 2005 ini kembali menegaskan bahwa hubungannya dengan sang mertua murni sebatas keluarga saja. Ketika bekerja mereka bersikap profesional tanpa mau mencampuri urusan satu sama lain.
"Hubungan kami di pekerjaan profesional, artinya sebagai anak mantu, hanya masalah keluarga. Tidak ada urusan GTJ dengan DKI, saya tidak ikutan disana," jelas pria 40 tahun tersebut.
Tumpak Sidabutar merupakan anggota DPRD dari Kota Bekasi periode 2014-2019. Saat pemilu tahun 2014 lalu, Tumpak maju sebagai caleg daerah pemilihan Kota Bekasi 2 dari PDIP dengan nomor urut 4, yang meliputi Kecamatan Bantargebang, Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Rawa Lumbu.
Tumpak menikah dengan Elfrida Junita yang merupakan anak pemilik PT Godang Tua Jaya, Rekson Sitorus. Tumpak dan Elfrida memiliki 2 anak dari pernikahan mereka. (rii/mad)











































